Menangkan Koster Ace di Tabanan, PDIP Ogah Kampanye Negatif

Sabtu, 10 Maret 2018 : 08.38
TABANAN – Kalangan anak muda dan pemilih pemula baik kader, pengurus maupun simpatisan PDI Perjuangan di Kecamatan Marga dan Baturiti, Tabanan diminta tidak melakukan kampanye negatif dalam memenangkan pasangan yang diusung PDI Perjuangan I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster Ace).

Hal itu ditegaskan salah satu petinggi DPP PDI Perjuangan I Made Urip yang terus menggalang konsolidasi, mensosialisasikan dan mengumpulkan dukungan untuk memenangkan pasangan nomor.urut 1 yang didukung pula Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI

Urip yang saat ini menjabat Ketua DPP Bidang Pendidikan dan Kebudayaan ini tak hanya rajin mendampingi Koster-Ace saat blusukan ke daerah-daerah, tapi kerap bergerilia sendiri meraup dukungan untuk pasangan calon nomert urut 1 tersebut.

Seperti dilakukan Urip, bergerak mengumpulkan dukungan dari kalangan anak muda dan pemilih pemula di Kecamatan Marga dan Baturiti di Kabupaten Tabanan.

Hasilnya sekehe teruna-teruni dari 16 Banjar yang ada di Desa Petiga, Desa Payangan, Desa Tua , Desa Baru (Marga) dan Desa Apuan di Kecamatan Baturiti, mendeklarasikan diri mendukung dan memenangkan pasangan Koster-Ace pada Pilgub Bali 27 Juni 2018.

“Dari sosialisasi yang kita lakukan, sekehe teruna terunani dari 16 banjar yang ada di 5 desa menyatakan siap memenangkan Koster-Ace,” tukas Urip, Jumat 9 Maret 2018 malam.

Selaku Ketua DPP PDI Perjuangan, Urip menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai, baik itu pengurus, kader, simpatisan dan anggota partai, terus bergerak mensosialisasikan Koster-Ace disegela lapisan masyarakat.

Sosialisasi harus dilakukan secara santun dan simpatik, mengingat belakangan ini terindikasi cara-cara yang tidak sehat, khususnya di media sosial dengan menyebarkan berita-berita yang mengandung kampanye negatif.

“Untuk mendapatkan pemimpin yang baik, kita harus menggunakan cara-cara yang baik. Mari berkompetisi secara sehat, adu program, jangan menyebar kebencian,” tegasnya.

Dia menjelaskan, visi misi dan program pasangan Koster-Ace dengan tagline Salam Satu Jalur itu melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang dikolaborasi dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana, sangat relevan untuk membenahi kondisi Bali saat ini.

Dengan arus kemajuan global yang tak bisa dibendung, Bali menurut dia, harus dibentingi dengan mempertahankan dan melestarikan adat, agama, tradisi, seni dan budaya.

“Pasangan kami (Koster-Ace) sangat memahami kondisi Bali yang rentan akan perubahan akibat pengaruh global, untuk itu pelestarian adat, agama, tradisi, seni dan budaya, menjadi salah satu prioritas dalam program kerja bila dipercaya memimpin Bali kedepan,” katanya. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi