LPD Jadi Benteng Ketahanan Ekonomi dan Budaya Masyarakat Bali

Sabtu, 24 Maret 2018 : 09.54
DENPASAR- Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan Lembaga Prekreditan Desa (LPD) digagas dengan tujuan sebagai benteng ketahanan ekonomi dan budaya masyarakat Bali.

Hal itu ditegaskan Rai Mantra saat memanfaatkan masa kampanye dengan menyisir wilayah timur Kabupaten Buleleng, Jumat (23/3).

Di sela-sela kampanye Rai Mantra menyempatkan mengunjungi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng.  Rai Mantra berbincang dengan petugas dan warga yang mendatangi LPD tersebut.

LPD sendiri merupakan lembaga keuangan mikro tingkat desa adat (desa pakraman) yang pendiriannya di Bali digagas pada tahun1983 oleh Prof. Ida Bagus Mantra yang tidak lain adalah ayah dari Rai Mantra. LPD digagas dengan tujuan sebagai benteng ketahanan ekonomi dan budaya masyarakat Bali.

Seiring perkembangan ekonomi warga, LPD di seluruh Bali kini mengelola aset lebih dari Rp15 triliun lebih. Atas karya besar tersebut, tak heran kini hampir semua LPD di Bali memberi penghargaan khusus terhadap Prof. IB Mantra dengan memajang foto beliau di ruang depan kantor mereka.

"LPD adalah aset masyarakat Bali yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan," katanya menegaskan.

Selama ini komitmen tersebut ia tunjukkan dengan mengembangkan seluruh LPD yang ada di Kota Denpasar. Hasilnya, dari 35 LPD yang ada di Kota Denpasar, tak satu pun yang sakit.

“Seluruhnya dalam kondisi sehat dan agak sehat. Hanya tiga LPD dalam kategori kurang sehat,” ujar Rai Mantra. Mengenai rahasia menyehatkan LPD tersebut Rai Mantra mengatakan perlunya mengebangkan seluruh sumber daya yang ada khususnya yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan tata kelola.

“Peningkatan sumber daya itu memerlukan pembenahan terus-menerus dan selalu mengikuti perkembangan jaman,” imbuh Rai Mantra.

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan sistem bernama KlikLPD yang memungkinkan anggota LPD melakukan transaksi secara online untuk keperluan jual-beli sarana dan komoditas pertanian.

Sistem tersebut juga memungkinkan warga desa yang bekerja di kapal pesiar atau di luar negeri dapat mengirimkan uang melalui LPD sehingga tidak harus repot-repot menggunakan fasilitas lain yang ada di kota.

Intinya, ujar Rai mantra, LPD harus terus mengikuti dan mengadopsi pekembangan teknologi informasi agar tak tertinggal oleh kemajuan zaman. “Dengan cara itu, LPD dapat terus mengawal kelestarian dan ketahanan desa adat. Cara berpikir boleh modern, tapi spiritnya tetap berakar pada tradisi Bali,” tandas Rai Mantra.(*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi