Lestarikan Budaya Leluhur, Puri Ageng Blahbatuh Dukung Kehadiran Perguruan PSH Terate

Senin, 26 Maret 2018 : 10.37
Para pendekar PSHT saat bersilaturahmi di Puri Ageng Blahbatih Gianyar
GIANYAR- Kehadiran perguruan bela diri silat yang bernaung dalam Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mendapat sambutan positif dari kalangan puri di Bali seperti ditunjukkan Puri Ageng Blahbatuh di Kabupaten Gianyar.

Hal itu terlihat saat rombongan jajaran PSHT Pusat Madiun yang diterima Raja atau Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh. Adalah I Gusti Ngurah Djelantik, keturunan ke-24 dari dinasti Sri Kesari Warmadewa.

I Gusti Ngurah Djelantik adalah sosok panglima perang yang ramah, sopan dan rendah hati. Bahkan daerah kekuasaannya hingga mencapai daerah Batur, Kintamani.

Pertemuan dalam suasana kekeluargaan antara keluarga Puri dengan Pengurus Pusat PSHT diwakili Mas Yitno sebagai Warga Tingkat 2, membidangi seni bela diri praktis.

Dalam kesempatan itu, Ngurah Djelantik menegaskan, pihaknya konsisten dan berkomitmen tetap berusaha menjaga kelestarian Puri baik secara fisik dan spirit sebagai pusat kebudayaan,

Pihaknya juga memberikan izin kepada PSHT Cabang Gianyar untuk mempergunakan Puri sebagai tempat latihan dan dijadikan sekretariat.

"Ini sebagai wujud untuk melestarikan budaya dari nenek moyang" jelasnya disambut antusias warga PSHT Minggu 25 Maret 2018.

Dalam kunjungan ke Puri Ageng Blahbatuh, Mas Yitno sebagai perwakilan pengurus pusat PSHT di Madiun didampingi Ketua Cabang PSHT Gianyar Mas Sunarwandi, menyampaikan banyak terimakasih kepada keluarga besar Puri Ageng Blahbatuh.

Lebih khusus khususnya kepad Penglingsir Puri I Gusti Ngurah Djelantik yang sudah memberikan izin untuk menggunakan Puri sebagai sekretariat dan tempat latihan silat PSHT" jelasnya

Pertemuan Pelingsir I Gusti Ngurah Jelantik dan pengurus PSHT di Puri Ageng Blahbatuh
"Bapak Ngurah Jelantik Sangat antusias sekali dengan masuknya SH Terate  Dengan harapan bisa terus latihan dan menggunakan Puri menjadi sekretariat SH Terate," ucap Mas Yitno.

Menurutnya, adanya kemiripan dengan simbol-simbol di Bali, dimana bumi di pijak disana langit dijunjung,

Dicontohkan, di Solo Mangkunegaran juga ada raja yang merupakan warga SH Terate,  Dari Jogja juga ada senopati sebagai warga SH Terate

Bahkan Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh mempunyai Keinginan  untuk hadir langsung ke Padepokan Agung PSH Tarate di Madiun. Diketahui, Padepokan PSHT saat ini terbesar di Tanah Air dengan jumlah massa paling banyak dari Sabang sampai Merauke.

Pengurus PSHT Denpasar Miftachur Rohman (kiri berdiri) bersama pengurus dan anggota PSHT lainnya
Pengurus PSHT Denpasar Miftachur Rohman menyampaikan apresiasisnya yang tinggi kepada Puri Ageng Blahbatuh yang telah menerima dan membantu PSH Tarate sehingga bisa beraktivitas dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat di Bali.

"Semoga dengan latihan dan sekretariat yang melibatkan Puri Ageng Blahbatuh ini bisa menambah rasa persaudaraan dan selalu bersama sama menciptakan keamanan untuk Bali," tandas Rohman yang aktif di berbagai organiasi pemuda hingga sosial kemasyarakatan lainnya.

Ditegaskan Rohman,  PSHT memiliki prinsip sejatinya sebagai bagian keluarga besar yang selalu mengedepankan Persaudaraan"

"Mohon dukungan terus dari beliau untuk mengingatkan, menegur saudara-saudara saya dari PSH Terate yang ada di sini" imbuh rohman. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi