Koster Persembahkan Puisi "Kutitipkan Satu Hati" di Hari Jadi Buleleng

Sabtu, 31 Maret 2018 : 08.50
Cagub Wayan Koster dan istri Putu Putri Suastini saat membacakan puisi di Hari Jadi Buleleng
BULELENG- Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-414 Kota Buleleng yang pernah menjadi Ibu Kota Provinsi Bali disambut suka cita warga tak terkecuali calon Gubernur Bali I Wayan Koster salah satunya dengan mempersembahkan puisi.

Sebagai putra asli Buleleng, anggota DPR RI tiga periode ini memiliki kecintaan luar biasa terhadap daerah asalnya.

Keinginan kuat memajukan kabupaten berjuluk Bumi Panji Sakti itupula, salah satu yang mendasari dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur Bali berpasangan dengan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang diusung PDI Perjuangan.

Karenanya, Cagub yang dikenal dengan "Salam Satu Jalur" itu, begitu memperhatikan pembangunan Buleleng atau wilayah Bali Utara yang kondisinya masih tertinggal juah dengan Bali Selatan.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana memajukan dunia seni budaya dan tradisi yang menjadi kekuatan sekaligus daya tarik Bali.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Buleleng itulah, kemudian Koster diajak sang istri Ni Putu Putri Suastini dan sejumlah koleganya untuk melihat perkembangan Museum Panji Tisna Lovina yang sebelumnya pernah dikunjungi Bunda Putri.

Di meseum itu, Koster mendiskusikan berbagai hal termasuk tentang kondisi dunia berkesenian di Bali ditengah tantangan global era modernisme.

Cagub Koster berdiskusi dengan kalangan seniman dan tokoh masyarakat Buleleng 
Sebagai pemerhati budaya, Koster juga menunjukkan kesungguhannya seperti saat perayaan HUT Kota Singaraja dengan bernyanyi bersama masyarakat lain lagu berjudul Dirgahayu Kota Panji Sakti.

Bahkan, Koster juga mampu menghibur warga dengan membacakan puisi karya sang istri tercinta yang seniman perempuan Bali kenamaan. Judul puisi yang dibacakan Koster "Kutitipkan Satu Hati".

Dengan penuh penjiwaan, bait demi bait puisi mampu disuarakan penuh ekpresif oleh Koster bersama sang istri. Karuan saja, semua hadirin nampak terkagum dengan penampilan penuh penghayatan Koster bersama Putri saat mempersembahkan puisi.

Menurut Bunda Putri, sapaannya, puisi adalah hasil endapan hati yag dalam yang dituliskan dalam untaian kata. Puisi itu tidak hanya dibuat oleh seorang sastrawan atau penyair namun semua orang bisa menulis puisi.

"Puisi yang saya tulis karena efek terdampar dari ruang waktu yang banyak sebagai ibu rumah tangga," katanya.

Semua kalimat puisi yang dirangkainya, itu dipersilakan pembaca atau masyarakat menafsirkannya sendiri.

"Bisa menafsirkan A, B tetapi saya punya jawaban tersendiri C," tutur Bunda Putri.

Bunda Putri, memang bukan nama baru di dunia kesenian di Tanah Air. Lebih 40 tahun, malang melintang di dunia seni. Ia memiliki pergaulan luas di kalangan seniman, baik tingkat Bali maupun nasional.

Kini, istri Calon Gubernur Bali Nomor Urut 1 Wayan Koster itu memang sudah tak aktif lagi seperti dulu di panggung seni yang melambungkan namanya itu.

Namun, ia tetap menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya mendukung akifitas sang suami, Wayan Koster sebagai politisi, untuk menularkan semangat agar para seniman muda tidak takut untuk terus berkesenian. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi