Inilah Program Koster Ace dalam Wujudkan Kesehatan Rakyat Bali

Kamis, 01 Maret 2018 : 10.05
dok.kabarnusa
DENPASAR - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace) telah menyiapkan program kesehatan gratis melalui Krama Bali Sehat (KBS).

Sejatinya, program ini melanjutkan program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang dijalankan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, yang terbukti membantu masyarakat di bidang pelayanan kesehatan gratis.

Untuk itu, pasangan yang diusung PDI Perjuangan itu akan lebih menyempurnakan lagi JKBM itu, salah satunya jenis penyakit yang ditanggung KBS akan lebih banyak.

Tidak hanya pasien yang "dimanjakan", Koster-Ace juga akan memberikan santunan bagi penunggu pasien di Rumah Sakit. Program tanggungang bagi penunggu pasien bukan hal baru di Bali.

Sebab dua kabupaten yang kebetulan kepala daerahnya berasal dari PDIP telah melaksanakan program tersebut, yakni kabupaten Badung dan Jembrana.

Selain Badung dan Jembrana, Koster-Ace akan menerapkan program itu di semua kabupaten/Kota di Bali. Anggarannya bersumber dari Provinsi. Menurut Koster, melaksanakan program tersebut di semua kabupaten/Kota di Bali merupakan salah satu contoh Pola Satu Jalur dalam menjalankan programnya nanti.

"Dengan pola Satu Jalur, ada sinergi dan integrasi program dari pusat, Provinsi hingga kabupaten/Kota," katanya, Rabu 28 Februari 2018. Dengan Pola Satu Jalur, program yang sama dijalankan dari pusat-provinsi dan semua kabupaten/Kota di Bali.

"Kamoi tidak ingin program yang baik tersebut hanya berjalan di kabupaten tertentu, tapi harus dirasakan oleh semua masyarakat Bali di semua kabupaten/kota. Dengan Pola Satu Jalur, hal itu bisa dilakukan," kata Koster, Rabu (28/2/2018).

Demikianpun program-program lainnya, kata Koster, dengan Pola Satu Jalur bisa dijalankan di semua kabupaten/Kota di Bali.

"Program yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di kabupaten tertentu di Bali selama ini juga harus dirasakan oleh masyarakat lainnya di kabupaten lain di Bali. Itulah esensi dari Pola Satu Jalur tersebut," tegas Koster.

Terkait pogram tanggungan bagi penunggu pasien, menurut Koster, itu demi meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berasal dari kelompok ekonomi menengah ke bawah.

"Kasihan kan mereka yang cuma bekerja sebagai pedagang kecil, petani atau buruh bangunan, pas ada keluarganya sakit, mereka jadi tidak bisa bekerja. Sehingga tidak punya penghasilan mereka. Terus mereka tidak punya uang, mau makan dari mana mereka? Di sinilah kita bantu mereka melalui program tadi," jelas Koster. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi