Gubernur Pastika Sesalkan Beredarnya Survei Bank Dunia Soal Bandara Bali Utara

Kamis, 08 Maret 2018 : 09.40
Gubernur Bali Mangku Mangku Pastika saat konferensi pers
DENPASAR - Gubernur Made Mangku Pastika mengakui informasi batalnya pembangunan Bandara Internasional di Bali Utara cukup meresahkan bahkan dia menyesalkan survei Bank Dunia yang tidak dilakukan tanpa ada koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Pastika menegaskan, dia tetap menginginkan dan akan berjuang merealisasikan pembangunan bandara di kawasan Bali Utara. Penegasan itu disampaikannya menanggapi informasi yang menyebut bahwa rencana pembangunan bandara di Bali Utara dibatalkan.

Ia mengatakan informasi pembatalan itu cukup meresahkan. Karenanya, dia berinisiatif menelpon Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan guna meminta klarifikasi.

Menyitir penjelasan Menko Kemaritiman, Pastika menegaskan, belum ada pembatalan terkait rencana pembangunan bandara di Bali Utara. Dijelaskannya, isu pembatalan itu berawal dari laporan hasil survei World Bank yang menggandeng Universitas Udayana (UNUD).

"Survei difokuskan pada pembangunan infrastruktur yang direncanakan untuk Bali, yang paling signifikan adalah airport di Bali Utara dan kereta api keliling Bali," jelasnya, Rabu (8/3/2018).

Menurut hasil kajian mereka, pembangunan infrastruktur yang lebih feasible untuk menyeimbangkan pembangunan Bali Selatan dan Utara adalah pembangunan jalan tol menembus gunung dan penambahan akses kapal yang menghubungkan Banyuwangi dan Bali Utara.

Selain itu, survei juga tidak merekomendasikan pembangunan rel kereta api keliling Bali yang dinilai akan menimbulkan polusi.

Kata Pastika, tujuan pembangunan bandara di Bali Utara merupakan rencana strategis mewujudkan pemerataan. Pembangunan bandara di Bali Utara telah direncanakan sejak 2009 dan tertuang dalam Perda Nomor 16 Tahun 2009.

Rencana tersebut terus dimatangkan hingga mengerucut pada dua penawaran dari perusahan yaitu PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) dan PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari).

"Keduanya saya rekomendasi, namun hingga saat ini belum ada kepastian. Nah, sementara itu jalan, tiba-tiba ada survei yang dilakukan Wolrd Bank menggandeng Universitas Udayana," terangnya.

Yang dia sayangkan, survei dilakukan tanpa koordinasi dengan Pemprov Bali. Bahkan, hasil survei yang belum resmi dipresentasikan kepada pemerintah pusat, telah beredar luas dan memicu keresahan.

Dari penjelasan Menko Kemaritiman, hasil survei itu sejatinya baru akan dipresentasikan secara resmi minggu depan. "Saya diundang dalam presentasi itu dan akan beradu argumen," tandasnya. Ditegaskan lagi, dia akan terus berjuang agar rencana pembangunan bandara di Bali Utara jangan sampai batal. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi