24 Jam dalam Keheningan, Pulau Bali Kembali Menggeliat

Minggu, 18 Maret 2018 : 09.26
Pantai Sanur, Denpasar/dok
DENPASAR- Setelah dua puluh empat jam lamanya dalam suasana keheningan karena umat Hindu tengah melaksanakan Catur Berata Penyepian kini denyut nadi Pulau Seribu Pura kembali menggeliat masyarakat mulai beraktivitas normal.

Suasana hening, tenang dan kedamaian benar-benar tercipta selama berlangsungnya Hari Nyepi mulai Sabtu 17 Maret pukul 06.00 hingga Minggu 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.

Meski untuk pertama kalinya, warga tanpa terhubung sambungan internet, namun secara umum pelaksanaan Nyepi di Bali, relatif berjalan aman dan lancar.

Saat Nyepi, umat Hindu di Bali melakukan Catur Brata Penyepian, sehari penuh.Catur Brata Penyepian merupakan pantangan yang wajib mulai Amati Geni (tidak menyalakan api, listrik, lampu, alat elektronik yang menghasilkan cahaya), Amati Karya (tidak melakukan pekerjaaan atau aktivitas fisik seperti bekerja ,sekolah).

Juga Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang atau melakukanan kesenangan), dan Amati Lelungaan (Tidak bepergian selama Nyepi). 

Seluruh Jalan-Jalan di Bali sama sekali tidak ada kendaraan yang melintas untuk menghormati Hari Raya Nyepi. Termasuk Pelabuhan dan Bandara pun tidak beroperasional selama 24 Jam.

Stasiun televisi dan radio bahkan televisi kabel berlangganan juga tidak bersiaran. Untuk tahun 2018, Hari Raya Nyepi semakin istimewa karena seluruh perusahaan Telekomunikasi yang menawarkan fasiltas Internet selama 24 Jaam mematikan jaringannya.

Pengguna jasa telekomunikasi hanya bisa melakukan kirim pesan dan telepon saja. Meski menjadi sebuah pro dan kontra terkait aturan ini namun dengan mematikan jaringan internet provider sejatinya agar Umat Hindu di Bali menjadi lebih fokus untuk menjalankan Catur Brata Penyepian.

Umat Non Hindu pun menghormati aturan yang telah disepakati oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali.

Hari Raya Nyepi juga secara tidak langsung menghemat pemakaian energi listrik yang cukup besar karena Bali merupakan daerah pariwisata dan berkurangnya emisi karbon yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor. Udara menjadi lebih segar dan kebisingan menjadi tidak terdengar lagi. Para wisatawan yang kebetulan berlibur ke Bali juga memilih berdiam di dalam hotel.

Setelah prosesi Nyepi berhasil dilewati, tepat pukul 06.00 Wita, perlahan aktivitas masyarakat bertepatan hari libur mulai menggeliat. Beberapa warga memilih berolahraga pagi dan warga lainnya memilih akan berlibur ke sejumlah obyek wisata seperti Pantai Kuta, Tanah Lot hingga Bedugul.

Beberapa obyek vital seperti bandara, pelabuhan dan pusat-pusat keramaian lainnya sudah mulai beroperasi normal.

Seorang pedagang sayur Pasar Abianbase Badung, Siti Khotiah mengaku setelah libur kembali harus berjualan melayani kebutuhan warga,

"Tadi saya bangun pagi, siap-siap dan pukul 06.00Wita jalan ke pasar, biasanya pukul 04.00 Wita sudah pergi ke pasar," katanya. Akivitas pasar juga berangsur normal ramai oleh pembeli, demikian juga dengan lalu lintas di Kota Denpasar dan sekitarnya yang sebelumnya sepi saat Nyepi, kini mulai banyak dilalui kendaraan oleh warga yang beraktivitas meski masih terlihat lengang. (rhm


Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi