Wisman Keluhkan Kenaikan Tiket Masuk Taman Nasional Kelimutu

Kamis, 01 Februari 2018 : 19.46
Taman Nasional Kelimutu/foto:nttprov.go.id
KUPANG- Sejumlah wisatawan mancanegara pecinta wisata alam yang biasa mengunjungi wisata Danau Tiga Warna Kelimutu di Moni Kabupaten Ende Flores Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai keberatan dengan kebijakan kenaikan tarif masuk Tanam nasional Kelimutu (TNK).

"Mereka keberatan karena naiknya sangat tinggi bahkan perbandingan nominal dengan wisatwan domestik sangat jauh berbeda," kata pemandu wisata Robertus Riwu dihubungi dari Kupang, Kamis (1/2/2018).

Penerapan harga pemerintah dan pengelola taman nasional itu, sangat tidak berimbang, tidak mempertimbangkan kondisi wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut.

Awalnya, biaya masuk lokasi yang berada di obyek wisata dengan ketinggian berjarak sekitar 13 km dari Kampung Moni itu sebesar Rp25 ribu bagi wiatawan mancanegara. Sedangkan pengunjung domestik dikenai Rp2.000/orang sekali masuk.

"Saat ini, malah dinaikkan menjadi Rp150 ribu/orang sekali masuk di hari biasa, Rp225 ribu/orang di hari libur. Sementara bagi wisatawan domestik tarif Rp5.000/orang sekali masuk di hari biasa dan Rp7.500/orang di hari libur," katanya.

Penetapan harga retribusi ini, menurut Robert sangat tidak adil dan terlalu tinggi. Bahkan banyak wisatawan mancanegara menyampaikan keberatan atas penetapan nilai itu.

Pihaknya pernah memcoba membuat semacam simulasi pernyataan terkait nilai itu dan dari 50 wisatawan mancanegara, sebanyak 40 wisatawan menyatakan tidak setuju dengan nilai itu.

Langkah menjaga agar kondisi penolakan ini tidak berbuntut panjang, Robert mengaku telah menyampaikan langsung keberatan wisatawan ke pemerintah melalui dinas pariwisata kabupaten, provinsi maupun kementerian namun belum ada aksi perubahan.

"Kami lakukan ini karena yang dominan datang ke sini rata-rata wisatawan yang masuk kategori wisata beransel alias 'backpacker'," katanya.

 Meskipun tidak memiliki data pasti dampak terkait tingkat kunjungan ke taman nasional pascapemberlakuan kebijakan itu, namun Robert mengaku hal itu bisa berdampak mengurangi tingkat kunjungan.

"Rata-rata dari mereka (wisatawan mancanegara) itu adalah 'backpacker' yang sudah menghitung sejumlah biayanya. Ternyata sampai di Kelimutu ada perubahan maka akan ada tambahan biaya di luar rencananya. Itu akan membuat wisatawan kecewa dengan pelayanan ini," imbuhnya.

Hingga kini, belum diperoleh penjelasan dari pihak pengelola Taman Nasional Kelimutu terkait kenaikan tarif yang dikeluhkan wisatawan ini.

Taman Nasional Kelimutu atau akrab dikenal Danau Kelimutu berada di puncak Gunung Kelimutu. Danau Kelimutu sering juga disebut dengan Danau Tiga Warna, karena danau ini memiliki tiga warna yang berbeda.

Obyek ini memiliki keunikan warna air danau tersebut berubah-ubah seiring waktu berjalan. Lantaran keunikan warna itulah yang membuat para wisatawan betah berlama-lama mengunjungi obyek wisata ini.

Kelimutu sendiri merupakan gabungan dari kata “keli” yang berarti gunung dan “mutu” yang berarti mendidih. Danau ini terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende,  Pulau Flores NTT. Untuk mencapai danau ini, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 45 km dari Ende atau 13 km dari Kampung Moni.(adi)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi