Soal Perdebatan Publik dalam "Berita Puisi Esai", Ini Klarifikasi AJI

Jumat, 02 Februari 2018 : 19.00
ilustrasi
JAKARTA - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memberikan klarifikasi terkait berita yang disiarkan
Kantor berita Antara berjudul "AJI: Puisi esai tonggak baru sastra Indonesia", dengan logo AJI sebagai ilustrasi fotonya, pada 30 Januari 2018.

Berita itu memicu banyak pertanyaan kepada pengurus AJI, soal pernyataan seperti itu.

"Kami memastikan bahwa AJI tidak pernah membuat pernyataan sikap yang berhubungan dengan perdebatan publik soal "puisi esai'," tegas Ketua Umum AJI, Abdul Manan dalam siaran persnya, Jumat (2/2/2018).

Pihaknya merasa tak ada kebutuhan membuat pernyataan soal itu. Sebagai organisasi jurnalis, AJI fokus pada isu besar: kebebasan pers dan berekspresi; profesionalisme jurnalis; dan kesejahteraan pekerja media.

"Kalau melihat isi beritanya, soal puisi esai itu adalah pernyataan pribadi Satrio Arismunandar," tukasnya. Dikatakan, Satrio merupakan salah seorang deklarator AJI, namun pernyataannya tak bisa disebut sebagai sikap AJI.

"Karena itu AJI menilai judul berita itu tidak akurat karena menjadikan sikap pribadi dianggap sebagai sikap organisasi. Pemakaian foto AJI juga tak relevan karena pandangan itu bukan sikap organisasi," tegas Manan.

Sebagai organisasi jurnalis, AJI akan menggunakan mekanisme yang tersedia dalam Undang Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik menyikapi berita yang tidak akurat seperti itu.

Manan menjelaskan, Pasal 11 Kode Etik Jurnalistik menegaskan, "Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional."

"Kami juga mengimbau kepada publik untuk bijak dan lebih cerdas mengkonsumsi media. Untuk memahami apa susbstansi berita, bacalah isinya, jangan hanya judulnya," sambung Manan.

Membaca isi, selain judul berita, sama pentingnya agar bisa memahami substansi beritanya dan tidak terkecoh oleh judul yang bisa saja tidak (atau kurang) akurat. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi