Penyelesaian Proyek Pembangunan Gedung Budaya Denpasar Dipertanyakan

Selasa, 06 Februari 2018 : 21.06
Proyek pembangunan Sentral Parkir dan Balai Budaya di Lumintang Denpasar
DENPASAR - Penyelesaian proyek pembangunan Sentral Parkir dan Balai Budaya di Lumintang, Denpasar Bali menuai sorotan karena ada beberapa pekerjaan yang belum bisa dilakukan di tahun ini.

Bahkan, ada yang mempertanyakan, apakah pembangunannya sudah selesai 100 persen atau sudah di PHO (diserahterimakan tahap pertama). Muncul sorotan juga, apakah justru terjadi wanprestasi dalam proyek yang didanai Rp 41,4 Miliar itu.

Sebuah sumber kepada wartawan meyakini, terjadi wanprestasi dalam pembangunan gedung di bekas kawasan Puspem Badung itu, karena pekerjaan tidak sesuai kontrak kerja. "Saya menduga, terjadi wanprestasi, kemudian pekerjaannya dihentikan," kata sumber tadi yang meminta identitasnya tidak ditulis di media, Senin (6/2/2018).

Berdasar, data dimiliki, ditengarai proyek tersebut tidak dapat diselesaikan 100 persen sesuai masa kontrak. Dari pantauan di lokasi proyek, terlihat beberapa pekerja sibuk mengerjakan instalasi listrik. Aktivitas pekerja itu mengundang tanda tanya

"Saya juga melihat masih ada aktivitas pekerjaan. Ini juga perlu dipertanyakan," imbuh sumber tadi. Mengingat kegiatan pembangunan masuk dalam catatan pendampingan tim TP4D Kejari Denpasar, sehingga perlu meminta konfirmasi kepada Kasi Intel Denpasar, Agus Sastrawan.

Selaku Ketua tim TP4D Kejari Denpasar, Agus memastikan pembangunan proyek gedung budaya Lumintang sudah di PHO. "Proyek tersebut sudah di PHO, pembangunannya akan dilanjutkan ke tahap berikutnya tahun depan," singkatnya kepada wartawan.

Diperoleh informasi lainnya jika pembangunan gedung tersebutm masih akan berlanjut dan baru tahun 2019 diperkirakan rampung seluruhnya. Pada tahun 2018, akan dilanjutkan proyek mekanikal elektrik (ME). Sekarang tengah persiapan tender.

Kemudian masih berlanjut pada pengadaan meubeler dan juga fasilitas pendukung lainnya. Diketahui, pembangunan lanjutan balai budaya yang berada di atas sentral parkir ini telah dianggarkan sesuai dana pagu sebesar Rp 46,9 miliar.

Hanya saja, setelah lelang nilai kontrak menjadi Rp 41,4 miliar yang dimenangkan PT Bianglala Bali dengan nomor kontrak 640/2525/DPUPR/2017 tertanggal 10 Mei 2017. Proyek ini ditangani konsultan perencana PT Kencana Adi Karma dan konsultan pengawas PT Narada Karya.

Hingga saat ini, belum diperoleh konfirmasi Dinas PUPR Pemkot Denpasar maupun pihak PT. Bianglala. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi