Menristek Dikti Harapkan Kampus RI Berkolaborasi dengan Perguruan Tinggi Asing

Sabtu, 03 Februari 2018 : 07.11
Menteri Ristek dan Dikti Muhammad Nasir mengunjungi kampus STIKOM Bali
DENPASAR - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir menegaskan untuk meningkatkan mutu perguruan tinggi Indonesia sehingga berkelas dunia maka harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi asing bereputasi.

"Perguruan Tinggi Indonesia yang masuk kelas dunia, masuk 200 besar tidak ada, kita di atas 500 besar dunia, nah, bagaimana caranya yang 500 itu kita tarik menjadi 200, ya harus berkolaborasi dengan perguruan tinggi asing, supaya mutu bisa lebih baik," ucapnya di kampus STIKOM Bali, Jumat (2/2/2018).

Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi asing, perlu disambut positif. Apa yang mesti ditakuti dengan keberadaan perguruan tinggi asing. Justru, hal itu bisa memacu untuk berkompetisi secara sehat.

Dengan keberadaan perguruan tinggi asing membuat kampus-kampus dalam negeri harus siap berkompetisi.

Hal itu, juga sudah sesuai UU No 12 Tahun 2012, di mana Kemen Ristek dan Dikti, mengatur perguruan tinggi asing yang boleh masuk beroperasi di Tanah Air dengan catatan harus bekerjasama dengan kampus lokal.

Langkah itu dilakukan, kata Nasir, agar perguruan tinggi dalam negeri atau lokal bisa lebih meningkat kualitasnya.

"Ini peluang yang harus kita lihat, sebagai peluang yang ditangkap berkolaborasi dengan perguruan tinggi Indonesia, ini sesuai UU," katanya didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Santi yang menaungi STIKOM Bali Prof Made Bandem

Hanya saja, perguruan tinggi asing mana yang boleh masuk masuk ke Indonesia, akan ditentukan oleh pemerintah. "Tidak boleh lagi, ada perguruan tinggi yang ecek-ecek yang sederhana masuk ke Indonesia, jangan masukkan sampah tetapi masukkan emas," ucapnya memberi ilustrasi.

Demikian juga, nantinya perguruan tinggi mana di Tanah Air yang boleh bekerjasama dengan perguruan tinggi asing, akan diatur atau mendapat persetujuan pemerintah. Pendek kata, kalangan kampus di Indonesia, diharapkan harus siap berkolabroasi dengan asing dan pemerintah menyambut baik hal itu.

Pemerintah akan menetapkan, lokasi, program studi hingga SDM lokal yang perlu dilibatkan "Ini, harus dipertimbangkan karena ini sesuai UU," tegasnya lagi. Dikatakannya, sejumlah perguruan tinggi asing sudah menyatakan ketertarikan untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus dalam negeri, seperti dari Inggris dan Australia,

"Semua akan tergantung kualitasnya, saya akan bertemu dengan perguruan tinggi dari Inggris dan Australia, yang lebih penting mereka yang masuk harus bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam negeri yang bereputasi," demikian Nasir. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi