Mantap, Tanah Lot Bukukan Pendapatan Rp 147 Miliar

Rabu, 14 Februari 2018 : 19.28
Obyek wisata Tanah Lot di Desa Berraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, icon utama pariwisata di Bali
TABANAN - Badan Operasional Daya Tarik Wisata (BODTW) Tanah Lot yang mengelola Obyek Wisata Tanah Lot di Tabanan, Bali, pada tahun 2017 berhasil membukukan pendapat sekitar Rp 147 miliar.

Hal itu diungkapkan Manajer Operasional BODTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana saat rapat evaluasi yang dipimpin Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di ruang rapat Bupati Tabanan, Rabu (14/2/2017).

"Pendapatan kotor DTW Tanah Lot pada tahun 2017 tercatat Rp 147.322.004.900,00 setelah dikurangi biaya-biaya, pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 109.666.706.537,50," ungkapnya.

Menurut Toya Adnyana, dibanding tahun 2016 pendapatan kotor DTW Tanah Lot mengalami peningkatan yang cukup signifikan karena adanya kenaikan harga tiket masuk.

"Dibanding tahun 2016 lalu, jumlah pendapatan kotor meningkat sekitar Rp 89 miliar. Jumlah pengunjung memang mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Namun dengan adanya kenaikan harga tiket masuk, total pendapatan naik sebesar 64,77 persen," paparnya.

Toya Adnyana menyebutkan, pada tahun 2018 ini DTW Tanah Lot menargetkan kunjungan wisatawan sebesar 3.011.013 orang wisatawan domestik dan manca negara. Naik sekitar 7 persen dari target kunjungan tahun 2017.

"Target kunjungan wisatawan di tahun 2017 sudah terlampaui sekitar 24 persen. Tahun 2018 ini, kami menargetkan total kunjungan 3.011.013 orang wisatawan. Kami optimis target ini bisa tercapai," katanya yakin.

Pada kesempatan tersebut Toya Adnyana juga mengungkapkan tentang peluang dan tantangan DTW Tanah lot di tahun 2018 ini. Di antaranya adalah memaksimalkan pengembangan kawasan barat DTW Tanah Lot yang belum tertata dengan baik, pengembangan wisata kuliner dan pementasan kesenian daerah.

“Sementara untuk tantangan ke depan, infrastruktur tanah lot belum maksimal, sehingga perlu dimaksimalkan. Perubahan iklim yang ekstrem dan keamanan adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pariwisata Bali,” ungkapnya.

Bupati Tabanajn Ni Putu Eka Wiryastuti saat memimpin Rapat Evaluasi DTW Tanah Lot
Terkait pemaparan tersebut, Bupati Eka Wiryastuti yang juga menjabnat sebagai Ketua Umum BODTW Tanah Lot memberikan apresiasinya karena manajemen BODTW Tanah Lot telah mampu meningkatkan pendapatan dan juga berhasil merealisasikan target kunjungan wisatawan.

“Saya lihat penataan Tanah Lot sangat baik dan tidak mengecewakan, seperti penataan taman yang rusak sedikit langsung diperbaiki. ini sangat baik, apalagi jumlah wisatawan yang datang sangatlah banyak. Saya harap hal ini terus dipertahankan dan terus dibuat lebih baik lagi,” sarannya.

Bupati Eka juga menegaskan pentingnya penataan pasar yang masih belum tertata dengan baik seperti di blok C misalnya. Selain itu untuk e-ticketing dan asuransi pengunjung agar segera untuk direalisasikan.

Bupati juga berharap adanya dedikasi dan komitmen untuk bersama-sama menjaga Tanah Lot. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi