Manfaatkan Mesin Pengolah Kotoran Sapi, Peternak Dapatkan Nilai Tambah

Kamis, 01 Februari 2018 : 20.17
KARANGASEM - Para peternak di Desa Tenganan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem Bali mulai merasakan manfaat bantuan mesin pengolah kotoran sapi yang bisa dijadikan pupuk organik sehingga memiliki nilai tambah.

Sejak beberapa bulan terakhir, para peternak yang berhimpun dalam Kelompok Tani Putrayasa, tidak repot lagi dengan urusan limbah kotoran sapi. Pasalnya, mereka kini bisa mengolah kotoran itu agar bernilai guna sebagai tambahan pendapatan.

"Dahulu kami sering buang sekitar kandang sehingga mengotori lingkungan dan menimbulkan bau tak sedap ," kata Ketua Kelompok Tani Putra Yasa, Ketut Merta saat penyerahan bantuan Mesin Appo dan Gudang Pupuk Kompos dari Pertimana TBBM Manggis ke Kelompok Tani Putrayasa, Kamis (1/2/2018)

Setelah menyampaikan permasalahan mereka ke aparat pemerintahan, difasilitasi Dinas Pertanian setempat, akhirnya, lewat bantuan CRS Pertamina, mendapatkan bantuan mesin APPO pengolah kotoran sapi.

Kemudian, lewat CRS Pertamina pula, diadakanlah pelatihan-pelatihan menghadirkan pihak kompeten dari Universitas Udayana sehingga perlahan para peternak mulai mengumpulkan, kotoran sapi untuk diproses lebih lanjut sampai menjadi kompos.

Demikian juga, kotoran sapi juga bisa diolah menjadi bahan biogas sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan. Hasilnya, cukup menggembirakan, biogas karya petani lewat pendampingan dari petugas, akhirnya bisa digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari dan bisa mengurangi pencemaran lingkungan.

Bahkan, produksi pupuk organik mereka selain memenuhi kebutuhan petani untuk pupuk pertanian juga sebagian lainnya dijual sampai Kabupaten Tabanan dan Buleleng. Tentu saja, hasil penjualan pupuk organik itu memberikan tambahan pendapatan bagi kelompok tani yang berjumlah sekira 40 an anggota itu..

Dalam kesempatan sama, Kepala TBBM Manggis Umayah AZ mengungkapkan, pemberian CRS kali ini, berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang terkesan sebagai hadiah uang gratis atau untuk kegiatan charity.

"Sekarang bantuan CSR kami berikan untuk kelompok binaan agar bisa bermanfaat dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan," tegas Umayah.

Bantuan alat pengolahan pupuk organik, diharapkan bisa bermanfaat dan menghasilkan produk olahan hasil limbah kotoran ternak yang kemudian diolah pupuk agar nantinya bisa menunjang tanaman pangan

PIhaknya juga berharap, dengan produksi pupuk organik yang semakin meningkat bisa dipasarkan sehingga bisa memberikan hasil terhadap olahan pupuk organik. Bantuan itu dapat mendorong kemandirian masyarakat dan bisa berkelanjutan.

Disebutkan pula, CSR Pertamina di wilayah kerja sekitar TBBM Manggis, sejatinya sudah dimulai sejak 2015 dan hasilnya sudah berjalan cukup bagus , dirasakan masyarakat.

Dengan berkembangnya, usaha kelompok ternak dan tambah maju sehingga Pertamina menyalurkan bantuan CRS untuk masyarakat atau kelompok tani lainnya.

"Apa yang kami berikan, mungkin tidak seberapa tetapi setidaknya bisa memberikan hasil baik ke depan agar petani bisa lebih maju dan berkembang," demikian Umayah. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi