Gus Ipul: Setelah Orang Tua, Orang Madura Taat kepada Guru

Rabu, 07 Februari 2018 : 05.15
Gus Ipul saat menghadiri malam kelima tahilan guru Budi di Sampang, Madura foto/istimewa
SAMPANG - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan orang Madura saat taat dan menghormati guru setelah penghormatan terhadap orang tua mereka. Saat menghadiri malam kelima tahlilan wafatnya Achmad Budi Cahyanto, guru yang meninggal akibat dianiaya muridnya, Gus Ipul memberi sambutan takziyah.

Gus Ipul menyatakan duka mendalam dan menyebut almarhum wafat di jalan Allah SWT. Hampir 5 jam harus dilakukan Gus Ipul, dari Ploso Kediri ke Sampang. Ketika memulai perjalanan ini, Selasa (6/2/2018), Gus Ipul baru saja menghadiri acara "kebulatan tekad" para kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Gus Ipul datang ke kediaman almarhum, ditemani isteri, Ummu Fatma Saifulllah. Hadir pula Nyai Juwairiyah, isteri alm KH RA Fawaid As'ad, pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Sotubondo dan beberapa Kiai Sampang dan Bangkalan.

Gus Ipul mengaku terkejut karena peristiwa ini terjadi di lembaga pendidikan. Kekerasan yang akhirnya merenggut nyawa guru tidak tetap (GTT) di SMA itu, kata Gus Ipul, merupakan musibah yang disayangkan semua pihak.

"Terlebih ini terjadi di tengah-tengah lembaga pendidikan kita. Insyaallah almarhum berada di jalan Allah karena telah berjuang menyebar ilmu pengetahuan. Prestasi almarhum juga membanggakan karena pernah jadi pemenang lomba lukis tingkat nasional," kata Gus Ipul.

Khusus di kalangan masyarakat Madura, lanjut Gus Ipul, ada ujaran yang dipegang dan dijaga sampai saat ini. Yaitu, lanjut Gus Ipul, terkait penghormatan dan ketaatan seseorang. Pertama hormat kepada orang tua. Kedua kepada guru dan ketiga ketataan pada raja atau pemerintah.

Ketika beredar kabar ada aksi kekerasan dan penganiayaan seorang peserta didik terhadap seorang guru di Sampang Madura, kata Gus Ipul, banyak orang tidak percaya. "Sebab penghormatan orang Madura kepada guru itu menempati urutan setelah orang tua," katanya.

Ia berharap perlu ada langkah yang lebih serius dan terukur agar kejadian yang menghentak kesadaran masyarakat ini tidak terulang kembali. "Ini masalah serius. Karena sejatinya lembaga pendidilan tempat menanam rasa saling sayang bukan kekerasan," pesan Gus Ipul. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi