Didanai Rp 30 Miliar, Kebun Raya Jagatnatha Segera Dibuka untuk Umum

Minggu, 11 Februari 2018 : 01.18
Bupati Jembrana Putu Artha memimpin pertemuan dengan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI
JEMBRANA - Pengerjaan Kebun Raya Jagatnatha yang bersumber dana APBN senilai Rp30 miliar yang berlokasi sebelah timur Kantor Bupati, ditargetkan launching pada Desember 2018.

Hal tersebut terungkap pada audiensi Didik Widyatmoko Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko dan Bupati Jembrana I Putu Artha.

Turut hadir Wabup Made Kembang Hartawan, Kepala Kebun Raya Eka Karya Bali Bayu Adjie, Kepala Kepala OPD Pemkab Jembrana, dan sejumlah staff LIPI. Audiensi tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Pemkab Jembrana.

Proyek Kebun Raya Jagatnatha kini memasuki tahapan ke tiga, proyek pusat tersebut menganggarkan anggaran sebesar Rp 30 miliar. Pembangunan fisik yang sudah selesai dibangun menggunakan dana APBN di antaranya pagar alas dan kantor pengelolaan, restoran dan parkir.

Berbeda dengan kebun raya pada umumnya yang terdapat di dataran menengah, kebun raya Jagatnatha berada di tengah kota dan nantinya Kebun Raya Jagatnatha Jembrana akan ditanami tanaman tematik, usada dan upakara.

Bupati Artha menyebutkan, pada 2018 ini akan ada tiga proyek besar yang akan dilaunching, yaitu Obyek Wisata Ekologi Teluk Gilimanuk, Anjungan Cerdas Jalan Nasional di Rambut Siwi dan Kebun Raya Jagatnatha.

Untuk itu, Artha berharap dilaunchingnya ke tiga objek tersebut, bisa menambah jumlah wisatawan yang berkunjung ke Jembrana. “Selama ini wisatawan domestic hanya lewat, kali ini bisa berkunjung dan berwisata ke Jembrana. Terlebih lagi jika ada wisatawan asing juga yang datang, maka akan lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, dia berharap setelah di launching LIPI tetap mendampingi Pemkab Jembrana dalam pengelolaan Kebun Raya nantinya.

“Nantinya setelah launching, mohon kami jangan di tinggalkan. Tetaplah kami di bimbing agar Kebun Raya tersebut bisa lebih berkembang. Kami juga akan menyiapkan SDM yang bisa diikutkan pelatihan atau dididik untuk mengelola Kebun Raya. Dengan begitu lima fungsi kebun raya sebagai konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi dan ekonomi tetap terjaga,” imbuhnya.

Didik Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI Didik Widyatmoko, mengatakan kebun raya Jembrana ini sangat lah unik jika dibandingkan kebun raya lainnya.

“Saya melihat dari ornament, dari bangunan yang di buat, memiliki detail-detail seni yang apik. Ini sangat berbeda dengan kebun raya yang lainnya. Selain itu kami bangga dengan progresnya yang sangat cepat,” ujarnya.

Kebun Raya Jagatnatha ini mirip dengan Kebun Raya Bogor yang ada di tengah kota sehingga pengelolaannya hampir sama. Selain itu sebuah kebun raya, tidak boleh di konversi dan harus tetap menjadi kebun raya selamanya.

“LIPI akan selalu mengawal pembangunan Kebun Raya hingga tuntas, dan semoga kita (LIPI dan Pemkab) selalu menjadi keluarga besar. Karena kebun raya ini akan menjadi kebanggaan Jembrana, Bali dan Indonesia,” pungkasnya. (gsd)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi