Denpasar Kirim Lima Pendekar dalam Kejuaraan Dunia Pencak Silat PSHT di Solo

Kamis, 22 Februari 2018 : 08.09
Warga anggota Tingkat I PSHT Miftachur Rochman bersama jajaran pengurus PSHT Cabang Denpasar dan para atlet
DENPASAR - PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) Cabang Denpasar mengirim lima orang atlet atau pesilat untuk mengikuti kejuaraan UNS International Pencak Silat PSHT Championship 2018 24-30 Maret 2018 di Solo, Jawa Tengah.

Berbagai persiapan dilakukan oleh PSHT Cabang Denpasar dengan melakukan konsolidasi jajaran pengurus menjelang keikutsertaan dalam kejuaraan bergengsi itu. Ketua PSHT Cabang Denpasar Sunarto mengungkapkan, pihaknya akan memberangkatkan atlet yang telah lolos dalam seleksi yang telah diadakan Cabang Denpasar 28 Januari 2018.

Dalam seleksi yang digelar di Jalan Gurita I (tempat latihan PSHT Ranting Denpasar Selatan) diikuti 50 orang. Mereka berasal dari 5 ranting di Denpasar yaitu PSHT Ranting Denpasar Timur, Denpasar Selatan, Denpasar Barat, Komisariat Al-Ma'ruf, Denpasar Utara

"Hasil rapat semalam, setelah seleksi ada 5 atlet yang masuk kategori yang akan diberangkatkan ke UNS International Pencak Silat PSHT Championship 2018," jelas Sunarto kepada wartawan, Kamis (22/2/2018).

Mereka akan berlaga dalam beberapa kategori guna mengukir prestasi terbaiknya untuk Kota Denpasar dan Bali umumnya.

Kelima atlet silat itu masing-masing Dian Mardianto dari Ranting Denpasar Utara di Kelas A (45-50kg), Fathoni Rizal dari Ranting Denpasar Utara bertarung di Kelas B (50-55kg), Rizky Putra Pradana dari Komisariat Al-Ma'ruf di kelas Kelas C (55-60kg).

Sedangkan dua atlet lainnya pada kelas kelas D (65-70kg) dikirim Kenny Robert dari Komisariat Al-Ma'ruf dan Kelas A (Perempuan 45-50kg) Denpasar mengandalkan atlet Berlian Ayu dari Ranting Denpasar Selatan.

Dalam rapat dihadiri Ketua Bidang IWahono dan seluruh pengurus PSHT Cabang Denpasar dan seluruh Ranting Denpasar. Turut hadir, Miftachur Rohman, anggota warga PSHT tingkat I dari Tulungagung yang juga selalu mendukung berkembangnya PSHT di Denpasar khususnya dan Bali Umumnya.

Pada kesempatan sama, Rohman mengungkapkan, konsep PSHT adalah "Sedulur Tunggal Ketjer" yaitu Rasa Persaudaraan yang menciptakan manusia/warga SH yang tau benar dan salah. Pencak silat adalah warisan nenek moyang kita dan asli dari indonesia. Patutlah kita sekarang harus melestrikan kesenian ini.

"Kesenian yang mengolah raga dan batin serta seni perpaduan tiga unsur itu membuat tampilan silat menjadi lebih indah ditonton namun juga sangat mematikan," tutur Rohman.

Pihaknya dan Pengurus PSHT Cabang Denpasar bangga bisa memberangkatkan atlet-atlet terbaik dari pada event Pencak Silat diantaraanya UNS International Pencak Silat PSHT Championship 2018 yang akan diadakan tanggal 24-30 Maret 2018.

"Kami dan pengurus berharap semua atlit yang sudah lolos seleksi agar bisa mengukir prestasi, memberikan yang terbaik bagi untuk Denpasar," harap Rohman. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi