Bangun Masa Depan Bali, Cagub Koster Usung Pendekatan Secara Menyeluruh

Kamis, 08 Februari 2018 : 14.49
Cagub Wayan Koster saat menyampaikan pemikiran dalam menata Bali ke depan di depan ratusan warga, sulinggih dan tokoh masyarakat di Blahbatuh Kabupaten Gianyar
GIANYAR - Calon Gubernur I Wayan Koster menyampaikan pemikiran bagaimana merancang masa depan Bali dengan konsep Pembangunan Semesta Berencana lewat pendekatan secara menyeluruh berangkat dari pengalaman sejarah Bali tempo dulu dan perkembangan masa kini.

Di hadapan ratusan warga, tokoh masyarakat, Sulinggih serta kader PDI Perjuangan di Kabupaten Gianyar, Koster berbicara banyak hal tentang bagaimana membangun Bali dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana.

Dia mengaku, selama enam bulan terakhir mempelajari Bali secara mendalam, dengan berbagai referensi sejarah, budaya dan keilmuwan, agar bisa secara utuh dalam menata Bali ke depan. Ada tiga hal penting yang mesti diperhatikan dalam membangun Bali, menyangkut alam, manusia dan kebudayaan.

"Ketiga komponen itu sangat penting untuk dianalisis dengan konsep Hindu, memperhatikan atita (masa lalu) , anagata, (masa kini) dan wartamana,(masa depan)," tegas Koster di Wantilan Desa Pura Jaba Samuan Tiga, Bedulu, Blahbatuh, Gianyar Kamis (8/2/2018).

Menurutnya, ketiga komponen itu, saling berkaitan sehingga harus diolah, dianalisis dengan melihat dinamika masyarakat dan tuntutan saat kini dan masa mendatang. Dengan begitu, ada tesis dan antitesis yang kemudian melahirkan sintesis sebagai solusi dalam menjawab problematika di masyarakat.

Diungkapkan, Indonesia memiliki sejarah panjang sejak zaman perjuangan merebut kemerdekaan hingga sekarang. Karenanya, untuk melahirkan suasana dan harapan baru, haruslah ada pergulatan dinamika dari perjalanan masa lalu hingga kini ditengah perkembangan global.

"Yang harus diproyeksikan dalam membentuk masa depan, seperti apa orang Bali, seperti apa masyarakat dan kebudayaan Bali," katanya menegaskan.

Dalam simakrama itu turut hadir diantaranya Ketua Tim Pemenangan Paslon Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (KBS-ACE) Nyoman Giri Prasta, elit PDI Perjuangan Nyoman Adi Wiryatama dan petugas partai seperti Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Ketua DPC PDIP Tabanan Komang Gede Sanjaya, Ketua DPC PDP Gianyar, Made Agus Mahayastra dan Ketua DPC PDIP Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Koster melanjutkan, meminjam istilah ajaran Bung Karno, dalam rangkaian ideologi, bagaimana masyarakat diharapkann bisa tergerak untuk melakukan sesuatu. Suasana baru itulah yang dinamakan dialektika.

"Ini semua harus dijaga dengan baik, jika dibiarkan maka masa depan anak, anak akan rusak, " demikian Koster. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi