Bang Didin Ajak Donator Bantu Puluhan Anak Yatim di Pedalaman Buleleng

Sabtu, 03 Februari 2018 : 13.29
Bang Didin bersama anak-anak panti asuhan di Pedalaman Kabupaten Buleleng
BULELENG - Mantan guru STM Singaraja tahun 1982 bernama Nurdhin Indra (57) yang sering dipanggil Bang Didin menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak yatim di Kabupaten Buleleng Bali.

Warga perumahan Murti Gang Feri jalan Merak Singaraja terketut hati memberikan santunan kepada mereka yang hidup di pedalaman Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada, Buleleng.

"Bantuan bukan hari ini saja, tapi juga bulan-bulan sebelumnya, untuk meringankan beban mereka, mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita," katanya baru-baru ini.

Selain itu, mereka tidak memiliki orang tua tiggal di pedalaman. Mereka diasuh dibawah gubuk-gubuk oleh orang-orang disana. "Itu juga yang membuat saya harus mengulurkan tangan kepada mereka walaupun dengan seadanya," ucapnya.

Dia sedih melihat penderitaan mereka yang sehari-hari butuh makan, belum lagi diantara mereka memiliki cacat fisik, bahkan anak yatim tersebut diasuh oleh empat orang warga Pegayaman yang juga kehidupanya di bawah standar.

"Saya heran juga kepada pengasuh anak-anak ini, mereka hidupnya kekurangan tetapi mau mengajak anak-anak itu tanpa pamrih, tanpa kenal lelah. Bayangkan kita bisa hadir ditengah mereka, alangkah bahagianya mereka," tutur Bang Udin.

Bantuan diberikan sengaja disisihkan bersama keluarga untuk mereka. Untuk makan misalnya Rp 4.000 makan setiap hari bisa dibayangkan berapa pengeluaran.

Kendati mereka hidup di perkampungan penduduk, anak yatim ini selalu bersemangat menjalani hidup. Tinggal di  rumah gubuk berdingding bedeg beralaskan tanah seakan menjadi payung hidup mereka.

Bang Didin yang anggota komunitas Radio Amatir Orari Buleleng tak memungkiri jika nantinya para anak yatim ini ada yang memberikan uluran tangan siap akan mengumpulkan kembali.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan siapapun yang akan membantu mereka dipersilahkan baik pejabat entah masyarakat sepanjang itu tidak dijadikan komoditas politik.

Ihda(16), dan Julkarnain(16) anak yaim yang mendapat bantuan tak hentinya berucap "Alhamdulilah mndapat rejeki. Terima kasih Bang Udin telah membantu kami," ucap Ihda.

Julkarnain yang ditinggal orang tuanya semasih balita juga berterimakasih kepada keluarga Bang Didi yang telah memberikan saya bantuan selama ini,

Kendati merawat anak-anak yatim, jumlahnya bertambah para pengasuh itu tak pernah lelah mencarikan anak-anak santunan seperti dijelaskan Nyoman Cahyadi (52) dan Fatahilah ( 49) warga asli Desa Pegayaman

Awalnya membentuk perkumpulan Hataman dan Penyantunan kepada anak yatim. Dalam wadah ini dia ingin belajar memperhatikan dan menyantuni anak yatim. Selama ini, hanya memperhatikan saja belum bisa menyantuninya.

Untuk bisa, menyantuni mereka perlu dari donatur. Kemudian diadakan santunan di Pegayaman setiap Kamis usai kegiatan Hataman disantuni para donatur.

Demi menjaga kerukunan dan kebersamaan nama dari perkumpulan Hataman banyak para donatur membuatkan rekening Bank untuk anak yatim, namun sebagai pengasuh Fatahila belum siap dengan pola seperti itu karena itakut terkesan negatif serta kecemburuan sosial

Ia berharap para donatur yang ingin memberikan sumbangsih untuk datang melihat langsung keadaan anak-anak yatim tersebut. Perkumpulan Hataman ini juga bersedia menyalurkan santunan kepada warga non Muslim seperrti yang dikatakan Nyoman Cahyadi

Pihaknya bersedia menyalurkan donatur itu kepada warga non Muslim jika diperlukan, dan disini dilakukan survei sebelumnya bersama warga Muslim.

"Kalau orang tuanya masih mampu kita tidak berikan atau ada saudara dari ibu dan bapaknya kita tidak berikan, intinya betul betul miskin, kita berikan bantuan," imbuhnya. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi