Bali Tuan Rumah Kongres ke-40 ISO COPOLCO

Selasa, 06 Februari 2018 : 21.20
Presiden Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia Nilson
NUSA DUA – Bali akan menjadi tuan rumah pertemuan atau kongres Internasional ISO COPOLCO (International Standart Organization Consumer Policy Committee) ke-40 yang akan digelar bulan Mei mendatang.

Sebanyak 4000 delegasi dari 147 negara akan menghadiri Kongres Internasional ke 40, diantaranya membahas regulasi transportasi jasa berbasis online di Nusa Dua, Bali.

Presiden Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Nanang Nilson mengungkapkan, Kongres Internasional ISO (International Standart Organization) COPOLCO berpusat di Jenewa Swiss.

Sedianya, kongres akan digelar di Malang Jawa Timur. Hanya saja, melihat tingginya animo peserta dari berbagai negara yang akan hadir, maka dipandang tepat untuk memindahkan lokasi kongres di Bali yang dari sisi infrastuktur kegiatan dan pariwistaa lebih siap dan mendukug.

Terkait rencana Kongres yang akan dibuka Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo. Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan RI dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) Juga akan menjadi Pemateri Pada Acara Kongres Ini, pihak panitia melakukan koordinasi dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika..

Nilson sebagai perwakilan resmi Indonesia di ISO COPOLCO di Jenewa, Swiss terus melakukan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Bali guna mempersiapkan ajang Internasional Tersebut.

“Kongres ke 40 ISO COPOLCO 2018 akan dilaksanakan pada tanggal 7-11 Mei 2018,“ ujar Nilson saat konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDC), Selasa (6/2/2018).

Adapun tema diangkat pada kongres yaitu : ”Perlindungan Konsumen terhadap Perdagangan Jasa dan Barang secara Online”. Dimana isu ini sangat hangat diperbincangkan saat ini.

Ditegaskan, diperlukan aturan hukum yang jelas guna melindungi konsumen yang menggunakan jasa online baik itu perdagangan barang, maupun jasa transportasi serta layanan online lainnya untuk memastikan agar konsumen tidak dirugikan.

Acara Kongres Internasional juga akan disertai dengan Kongres Nasional Perlindungan Konsumen untuk Layanan Online. Diharapkan dengan adanya kongres ini akan ditetapkan suatu keputusan yang jelas dan kuat untuk perlindungan konsumen di Indonesia.

Nantinya, kongres akan menghasilkan sebuah resolusi yang akan ditaati bangsa Indonesia dan seluruh negara di dunia. Apalagi, perdagangan barang dan jasa online yang sampai saat belum ada regulasi yang dapat mengatur terkait perdagangan barang dan jasa online. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi