YLKI: Insiden Selasar BEI, Manajemen Building Harus Bertanggung Jawab

Senin, 15 Januari 2018 : 20.54
ilustrasi
JAKARTA - Kejadian ambruknya selasar gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan korban luka 72 orang adalah hal yang sangat tragis. Gedung semegah BEI, selasarnya bisa roboh tanpa sebab musabab yang jelas.

"Kejadian ini tidak boleh dibiarkan, sebab merupakan kecelakaan serius di bidang jasa konstruksi, dan utamanya menyangkut keselamatan dan keamanan konsumen sebagai pengguna gedung, khususnya gedung publik," tegas Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam keterangan tertulisnya diterima Kabarnusa.com, Senin (15/1/2018).

Karenanya, YLKI mendesak pihak kepolisian untuk memeriksa pihak manajemen gedung BEI karena patut diduga melanggar UU tentang Bangunan Gedung.

Hal ini juga bisa merupakan keteledoran pihak managemen building yang tidak melakukan perawatan terhadap bangunan gedung dimaksud, sehingga mengakibatkan runtuhnya selasar tersebut. Dan dimungkinkan memeriksa pihak kontraktor saat membangun selasar dimaksud.

"Kami juga mendesak managemen gedung BEI untuk bertanggungjawab secara perdata kepada konsumen yang menjadi korban. Bukan hanya memberikan pengobatan saja, tetapi juga memberikan kompensasi dan ganti rugi secara perdata," tandasnya.

Selain itu, YLKI mendesak Kementerian PUPR untuk mengaudit kelayakan selasar di semua gedung publik di Jakarta, seperti mal, hotel dan perkantoran-perkantoran. Sebab kecelakaan tersebut bisa menimbulkan rasa takut bagi pengunjung gedung-gedung publik. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi