Warga Pertanyakan Kesungguhan Pemerintah Tutup Kafe di Delod Berawah

Senin, 15 Januari 2018 : 16.15
Kawasan Pantai Delod Berawah Jembrana tempat berdirinya kafe-kafe
JEMBRANA - Warga masih mempertanyakan niat Pemerintah Desa Delod Berawah dan Desa Pakraman Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo melalui Pemkab Jembrana untuk menutup kafe-kafe di wilayah tersebut.

Pasalnya, sudah hampir setahun wacana penutupan bergulir, namun belum terwujud. Pemerintah daerah yang diminta pemerintah desa dan desa pakraman setempat untuk eksekusi penutupan bahkan terkesan mati suri.

Pemerintah daerah pernah mengambil tindakan dengan meminta Camat Mendoyo mencabut Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang dimiliki sejumlah kafe lantaran disalah gunakan untuk menjual minumal beralkohol. Namun pencabutan izin itupun tak terdengar kabarnya.

Buktinya, hingga kiini belasan kafe di wilayah pesisir pantai Delod Berawah masih tetap buka. Bahkan kafe-kafe tersebut justru lebih banyak mendatangkan perempuan dipekerjakan sebagai waitress.

Beberapa warga Delod Berawah mulai menyangsikan kesungguhan penutupan kafe-kafe tersebut. Bahkan wacana penutupan kafe tersebut disebutkan hanya gertakan belaka dan sengaja dibiarkan menunggu masyarakat lupa dengan wacana tersebut.

"Mustahil dan tidak mungkin akan ditutup. Itu hanya gertak sambel saja untuk mempertahan gensi perbekel dan bendesa," ujar seorang warga Delod Berawah belum lama ini. Menurut warga, jika pemerintah sungguh-sungguh ingin menutup kafe-kafe tersebut pastilah mudah, mengingat banyak kafe tidak mengantongi izin.

Camat Mendoyo I Gede Sujana dikonfirmasi mengatakan, kewenangan penutupan kafe-kafe ada di kabupaten (Pemkab Jembrana). Diakuinya, soal Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dimiliki beberapa kafe dan ternyata disalah gunakan sehingga diambil tindakan berupa pencabutan izin tersebut.

Langkah tegas itu dilakukan secara bertahap diawali dengan peringatan. Pihaknya telah melayangkan peringatan pertama, jika tidak digubris akan disusul peringatan kedua dan seterusnya sampai tindakan tegas. "Nanti segera kami layangkan peringatan kedua karena peringatan kedua tidak digubris," janjinya. (gsd)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi