Tragis, Siswi SMP Tewas Usai Dijoss Pacarnya

Senin, 22 Januari 2018 : 14.59
ilustrasi/net
TABANAN - Siswi sebuah SMP, NL GDS (14) tewas usai dijoss pacarnya, GW (GW) (25) di kamar kos kawasan Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, Bali, Minggu (21/1/2018) sore.

Informasi di lapangan, korban Luh GDS kenal dengan tersangka GW sejak tanggal 29 Desember 2017 lewat aplikasi BBM. Setelah perkenalan itu, mereka beberapa kali ketemuan dan melakukan hubungan badan.

Terakhir kedua sejoli yang dimabuk asmara terlarang ini ketemuan di air terjun Singsing Angin, Desa Apit Yeh, Kecamatan Selemadeg, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 Wita.

Dari lokasi Air terjun Singsing, mereka menuju rumah kos tersangka kawasan Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. Di kamar kos ini, korban yang masih di bawah umur ini dijoss tersangka hingga tiga kali.

Puas berbuat terlarang terhadap sang pacar, tersangka ke kamar mandi. Sementara korban yang tergolek lemas, pada kelamin mengeluarkan darah hingga korban tidak sadarkan diri. Kembali dari kamar mandi menuju kamar kos, GW kaget melihat korban sudah tidak sadarkan diri, lalu dibawa ke RSUD Tabanan sekira pukul 15.30 Wita.

Setelah diperiksa, dokter menyatakan korban sudah meninggal dunia. Ciri-ciri korban saat tiba di BRSUD Tabanan, ada pendarahan di kelamin, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kulit lebam, diperkirakan korban sudah meninggal sekitar 30 - 120 menit sebelum dibawa ke RSU.

Polisi saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kamar kos tersangka
Kabag Humas Polres Tabanan, AKP I Putu Oka Suyasa seizin Kapolres AKBP Marsdianto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa tragis yang memilukan itu.

"Benar, kasus tersebut dilaporkan oleh ayah korban. Usai menerima laporan, anggota langsung melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi," katanya saat dikonfirmasi, Senin (22/1/2018) pagi.

Menurut Putu Oka Suyasa, dari TKP petugas mengamankan barang bukti berupa, 1 celana dalam warna biru, 2 celana boxer warna hitam, 1 buah handuk warena hijau, 2 buah HP, 1 kasur spon, 1 bantal, 1 selimut, 1 jaket, 1 unit sepeda motor Honda Vario.

"Tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 76D UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetepapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang atau Pasal 291 ayat (2) Jo Pasal 287 ayat (1) KUHP," pungkasnya. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi