Tidak Berfungsinya Peran Keluarga Picu Banyaknya Kasus Libatkan Anak

Minggu, 21 Januari 2018 : 06.18
Kajian cinta keluarga yang digelar Lembaga Zakat Dompet Sosial Madani, Denpasar
DENPASAR - Berbagai kasus yang membuat keprihatinan bersama seperti kekerasan, aborsi hingga pornografi acapkali melibatkan anak-anak diantaranya disebabkan karena tidak berfungsinya secara baik peran keluarga.

Fenomena sosial sebagaimana ditayangkan media saat ini, cukup mengkhawatirkan akibat disfungsi peran keluarga.

"Seharusnya apabila peran keluarga dalam membangun akhlak dilakukan secara maksimal maka fenomena-fenomena sosial memprihatinkan itu tidak akan terjadi," jelas Ustadz Nur Asyur As-Safkani dalam Kajian Cinta Keluarga Bertema “Keluarga Islam Zaman Now”.

Kajian diselenggarakan Lembaga Zakat Dompet Sosial Madani (DSM) di Aula Masjid Annur Denpasar Jalan Dipenogoro, Sabtu (20/1/2018).

Asyur mengungkapkan, sejatinya dalam keluarga ideal memiliki empat fungsi yang harus ada meliputi empat fungsi diantaranya fungsi fisiologis, fungsi psikologis, fungsi sosial, dan fungsi dakwah.

Fungsi fisiologis dalam keluarga artinya keluarga bisa memberikan makan, minum, rumah dan pakaian yang layak untuk anak-anaknya. Kemudian Fungsi psikologis artinya dalam sebuah keluarga dapat memberikan perlindungan rasa aman, keterbukaan, rasa kasih sayang antar satu sama lain.

"Sedangkan fungsi sosial artinya keluarga memiliki peran untuk peduli terhadap masyarakat disekitarnya. Terakhir fungsi dakwah artinya keluarga memiliki peran untuk saling memberikan nasehat dalam lingkup keluarganya maupun pada tetanga-tetangganya," ungkapnya

Dalam kajian yang diikuti puluhan pasangan suami istri, pemuda dan mahasiswa tersebut, Asyur memberikan kiat-kiat menghadapi era “zaman now” dalam memaksimalkan fungsi dan peran keluarga

“Menghadapi era “zaman now” ada beberapa hal yang harus dilakukan seperti memiliki akidah yang bersih, memiliki akhlak yang mulia, bermanfaat bagi orang lain, memiliki jasmani yang kuat, ibadah yang benar, pandai menjaga waktu, mandiri berpenghasilan, teratur dalam urusan, dan menjaga hawa nafsu,” tegas dai yang konselor Rumah Keluarga Indonesia Denpasar ini.

Ustadz Nur Asyur menyampaikan, menjadi orang tua “zaman now” harus berilmu. Anak-anak zaman sekarang berbeda dengan zaman dahulu.

Anak zaman dahulu lebih banyak memiliki teman dan banyak melakukan aktivitas luar ruangan. Sedangkan anak zaman now, hampir jarang bermain di luar ruangan seperti main kelereng, layangan, petak umpet, dan permainan lainnya.

"Anak “zaman now” lebih passif karena terlenan dengan fitur-fitur gawai yang canggih," tuturnya. Mereka begitu ada gawai langsung kunci kamar untuk urusan bermain. Situs apa yang mereka yang buka, orang tua tidak mengetahui. Bahayanya, jika mereka membuka situs-situs yang beroma pornografi.

Karenanya, Asyur mengingatkan jangan membiarkan anak mengunci kamar sembari membuka gawai. Public Relation Yayasan Dompet Sosial Madani, Ayu Wulandari yang mengatakan, kajian keluarga ini akan berlanjut setiap minggu.

Peserta kajian akan dimasukkan kedalam grup kajian online sehingga mengetahui lokasi dan waktu kajian. “Kajian ini kedepannya akan dilaksanakan rutin mengingat keluarga merupakan pondasi terbentuknya keluarga islami yang ideal," sambungnya.

Yayasan Dompet Sosial Madani juga meluncurkan situs yang bisa diakses masyarakat. Dalam situs ini, masyarakat yang ingin menghitung zakat yang ingin mereka donasikan bisa dengan mudah mengitung zakat mereka dengan adanya kalkulator zakat disitus terbaru DSM. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi