Simpan Sabu, Polisi Tangkap Seorang Balian di Buleleng

Kamis, 18 Januari 2018 : 02.00
Kapolres Buleleng AKBP Suratno berikan keterangan pers
BULELENG - JK warga Desa Bondalem Kecamatan Tejakula,Buleleng digelandang polisi karena diduga terlibat kasus narkoba. Pria yang menjadi dukun (balian) itu kepada polisi bahkan mengaku nyabu agar bisa cepat terhubung dengan sesuhunanya.

Pria berambut gndrong ini mengungkapkan pengakuannya saat Satuan Reserse Polres Buleleng mengintrograsi di lobi Makopolres Buleleng yang di hadiri Kapolres Buleleng AKBP Suratno pada, Rabu (17/1/2018).

Diketahui, JK juga telah menjadi target opreasi (TO) dari kepolisisan, ia ditangkap rumahnya pada (12/1).

Dari penggeledahan yang dilakukan pihak polisi berhasil amankan barang bukti jenis narkoba (sabu) dengan berat total 16,76 gram. Barang tersebut saat penggerebegan pihak kepolisian telah dibagi menjadi lima paket kecil yang diduga akan diperjual belikan di wilayah Tejakula.

Masing-masing paket dengan beratnya 0,41 gram, 0,34 gram, 14,50 gram, 0,38 gram, 0,38 gram, 0,37 gram, 0,38 gram. Selain itu, polisi juga menemukan 2 buah alat hisap, 2 buah pipet kaca, timbangan digital dan uang tunai senilai Rp 1,4 juta.

"Tersangka mengaku nyabu sejak enam bulan lalu. Dengan alasannya agar bisa lebih cepat connect dengan sesuhunannya saat mengobati pasien," ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ dalam keterangan resminya.

Mengingat, sudah menjadi target operasi Satuan Narkoba pihaknya harus exstra hati-hati, maka memancing sasaranya dengan cara menyamar sebagai pembeli yang sudah berprofesional.

Polisi juga berhasil menciduk MS (40) asal Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Sidetape, Kecamatan Banjar, Buleleng ditangkap pada Senin (8/1) lalu di Pertigaan Desa Pedawa sekitar pukul 13.30 Wita.

Saat penggeledahan, Satnarkob berhasil menyita sabu seberat 0.33 gram. Barang haram tersebut Ia yang sembunyikan di dalam celana pendeknya.

Akibatnya, polisi menyangkakan pria kelahiran Sidatapa, 1977 dengan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, pasal 112 ayat (1) dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 8 Miliar.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengapresiasi kerja keras jajarannya meskupun total tangkapan yang berhasil diungkap mencapai 17.09 gram. Barang bukti yang berhasil diamankan ini merupakan pengungkapan terbesar di awal tahun 2018.

Dia menyampaikan apresiasi kepada Kasat Narkoba beserta anggotanya yang sudah bekerja keras mengungkap peredaran narkoba di Buleleng. Total BB mencapai 17,09 gram untuk dua tersangka. Angka ini tergolong sangat besar untuk wilayah Hukum Polres Buleleng.

"Ini bukti kita tidak main-main dengan pengguna narkoba di Buleleng," jelas Suratno.

Suratno menjelaskan, barang bukti sebagian besar diamankan dari wilayah Denpasar, utamanya dari Lapas Kerobokan. Kendati barang diduga berasal dari LP Kerobokan saat ditelusuri pihaknya sering terkendala nama fiktif di LP. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi