Rokok Turut Dorong Inflasi 1,07 Persen di Kota Denpasar

Rabu, 03 Januari 2018 : 07.55
Kepala BPS Bali Adi Nugroho
DENPASAR - Konsumsi atau pengeluaran rokok turut memberi andil dalam Inflasi di Kota Denpasar, Bali yang tercatat sebesar 1,07 persen selama bulan Desember 2017. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengungkapkan, inflasi yang terjadi itu diiringi indeks harga konsumen sebesar 127,17.

Dengan angka itu, dalam catatan BPS capainnya lebih tinggi dari angka inflasi tingkat nasional pada bulan yang sama sebesar 0,71 persen.

"Tingkat inflasi tahun kalender di Kota Denpasar sebesar 3,31 persen sama dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (yoy) juga sebesar 3,31 persen," papar Nugroho di Denpasar, Selasa (2/1/2018).

Diungkapkan, Inflasi dipicu oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,38 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 2,21 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,33 persen.

Turut memberi andil inflasi juga adalah kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,05 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,02 persen serta kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen.

Nugroho menambahkan, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi tersebut antara lain beras, nasi dengan lauk pauk, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, pisang, dan pengeluaran untuk pembantu rumah tangga.

Dikatakan, komoditas yang mengalami penurunan harga atau menahan laju inflasi antara lain kacamata, air kemasan, minuman ringan, apel dan tarif pulsa ponsel.

Ia menjelaskan, dari 82 kota di Indonesia yang menjadi sasaran survei seluruhnya mengalami inflasi, tertinggi terjadi di Jayapura (Papua) sebesar 2,28 persen dan terendah di Sorong (Papua barat) sebesar 0,18 persen.

Kemudian, jika diurut dari inflasi tertinggi, maka Kota Denpasar menempati urutan ke-18 dari 82 kota yang mengalami inflasi. Ditambahkannya Kota Singaraja, Bali utara pada bulan Desember 2017 mengalami inflasi sebesar 1,12 persen dengan indeks harga konsumen 139,66.

"Dengan demikian tingkat inflasi tahun kalender sebesar 3,38 persen, sama dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (YOY) sebesar 3,38 persen," katanya didampingi Adi Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS I Gede Nyoman Subadri.

Terjadinya inflasi akibat naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,93 persen, kelompok sandang sebesar 0,40 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,26 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,14 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen.

Selanjutnya, komoditas yang tercatat memberikan andil terhadap inflasi tersebut antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, tongkol, telur ayam ras, tomat sayur, ketimun, cabai merah, beras dan kacang panjang.

Capaian itu, Kota Singaraja menempati urutan ke-14 setelah Ternate (Maluku utara) dan Meulaboh (Aceh) dari 82 kota di Indonesia yang mengalami inflasi. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi