Ribuan Calon Jamaah Umroh Terlantar, Kemenag Diminta Bentuk Crisis Center

Kamis, 04 Januari 2018 : 08.53
ilustrasi
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Kementerian Agama RI agar membentuk Crisis Center untuk menangani korban biro umroh PT Ustmaniyah Hannien Tour yang jumlahnya mencapai ribuan orang.

Saat ini, Kementerian agama telah mencabut izin operasional biro umroh PT Ustmaniyah Hannien Tour, karena terbukti menelantarkan calon jemaahnya.

Bahkan pimpinan Hannien Tour telah dijadikan tersangka pihak kepolisian. Kendati terlambat, upaya Kementerian Agama dan pihak kepolisian dalam menangani kasus Hannien Tour patut diberikan apresiasi.

"Terlambat, karena ribuan masyarakat telah menjadi korban ulah Hannien Tour. Bidang Pengaduan YLKI pada 2017 telah menerima pengaduan korban Hannien Tour sebanyak 1.821 pengaduan," jelas Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi dalam rilisnya, Kamis (4/1/2018).

Jumlah sebesar itu dari total pengaduan soal umrah sebanyak 22.613 kasus (per 22 Juli 2017).

Menurut Tulus, pencabutan izin operasional dan pemidanaan pada pimpinan Hannien Tour, tidaklah cukup untuk mengembalikan hak-hak keperdataan calon jemaahnya yang dilanggar oleh Hannien Tour.

Untuk itu, YLKI mendesak Kementerian Agama agar membentuk crisis center kasus Hannien Tour, mengingat banyaknya korban dan sebaran korban di seluruh Indonesia. Kata dia, Crisis center sangat penting untuk proses pendataan korban.

"Kami mendesak Kementerian Agama untuk melakukan pendampingan korban calon jemaah untuk mendapatkan hak-hak keperdataan dari Hannien Tour, misalnya proses refund dana milik calon jemaah," sambungnya.

Pihaknya mendesak Kementerian Agama dan kepolisian untuk melakukan _law enforcement_ pada biro-biro umroh yang lain. Menurut monitoring YLKI aksi nakal dari biro umroh lain masih sangat banyak, dan berpotensi besar merugikan calon jemaah berikutnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi