PMKRI dan GMKI Bantah Berikan Dukungan Paslon Tertentu di Pilgub Bali

Minggu, 14 Januari 2018 : 10.01
ilustrasi
DENPASAR - Aliansi Organisasi Mahasiswa PMKRI dan GMKI Denpasar membantah telah memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Hal itu disampaikan setelah ada klarifikasi secara langsung di Kantor PDIP - Renon, Denpasar - Bali dari Tim Pemenangan Paslon Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang dikenal KBS - ACE (salah satu paslon Pilgub Bali 2018).

Terkait pencatutan nama PMKRI dan GMKI pada data Tim Pemenangan KBS - ACE yang beredar di media sosial merupakan tindakan yang tak bertanggungjawab dari beberapa oknum.

Data tersebut sebetulnya hanya menjadi konsumsi internal ditingkatan Tim Pemenangan. Demikian dijelaskan oleh sekretaris Tim Pemenangan KBS - ACE, Alit Kelakan.

Tim Pemenangan KBS - ACE tidak hanya mendata (PMKRI dan GMKI) tetapi juga organisasi-organisasi yang ada di Bali dengan maksud ingin melakukan konsolidasi dalam upaya memenangkan paslon terebut.

Penulisan nama organisasi PMKRI Denpasar dan GMKI Denpasar dengan maksud organisasi-organisasi ini akan didekati untuk diminta secara pribadi/personal (anggota-anggota dalam organisasi tersebut) untuk bekerja sama (jika tertarik dengan visi misi) bersama Tim Pemenangan KBS - ACE.

Cacatan lainnya adalah data tersebut terpotong, ada penulisan di halaman sebelumnya yang maksudnya mengarah pada pikiran bahwa organisasi-organisasi tersebut akan didekati.

Ketua Presidum PMKRI Cabang Denpasar Sanctus Paulus, Efraim Mbomba Reda menyapaikan PMKRI sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan dilarang terlibat dalam kegiatan politik praktis.

Secara otomatis dalam konteks pilgub kali ini PMKRI Denpasar tidak menyatakan dukungan pada Paslon manapun. Menanggapi klarifikasi Tim Pemenangan KBS - ACE ia menjelaskan, "PMKRI berterima kasih untuk klarifikasi nya serta mengharapkan data tersebut tidak dipelintir oleh pihak manapun."

"Sebab tujuan kami untuk menyampaikan klarifikasi ini kepada publik adalah hanya ingin menengaskan independesi sebagai organisasi mahasiwa yang berorientasi pada pembinaan dan perjuangan, tidak untuk kepentingan apapun," tegasnya.

Ketua GMKI Denpasar, Josua Johanis Marthin Lethulur juga menegaskan bahwa GMKI Denpasar dalam konteks pilgub kali ini tidak berpihak kepada salah satu paslon. "GMKI Denpasar Netral, tidak berpihak kepada paket manapun," tegasnya. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi