Meski Menggiurkan, BI Minta Masyarakat Tak Bertransaksi dengan Bitcoin

Senin, 22 Januari 2018 : 10.28
ilustrasi/foto:shutterstock
DENPASAR - Kepala Divisi Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Bali Teguh Setiadi mengingatkan masyarakat Bali untuk tidak menggunakan mata uang digital Bitcoin untuk bertransaksi keuangan meskipun cukup menggiurkan.

Pasalnya, Bitcoin bukan mata uang yang sah sebagai alat pembayaran yang diakui undang-undang di Indonesia. Teguh mengingatkan hal itu saat berorasi dalam acara Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Renon-Denpasar pada, Minggu (21/1/2018).

Teguh menegaskan, mata uang yang sah adalah rupiah, dan alat pembayaran yang sah yakni yang sudah mendapat izin dari Bank Indonesia seperti diantaranya kartu debet/kredit, e-money, atau e-toll.

Diakuinya Bitcoin memang sangat menggiurkan. Apalagi nilai Bitcoin melonjak drastis, dari awalnya bernilai 1 dolar dan saat ini mencapai 20 ribu dolar. Meski begitu, pihaknya meminra masyarakat harus tetap hati-hati, apalagi hingga menjadikan sebagai alat investasi.

Tidak ada regulator yang mengatur, sehingga tidak ada yang menjamin dan melindungi saat terjadi kerugian. "Pemerintah dan BI terus mengingatkan agar masyarakat tidak bertransaksi dengan Bitcoin. Bitcoin exchanger pun saat in masih dalam proses penggodokan," demikian Teguh. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi