KPPAD Bali Prihatin Kasus Kekerasan Seksual Libatkan Pelajar

Kamis, 25 Januari 2018 : 00.30
Ni Luh Gede Yastini
DENPASAR - Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak ( KPPAD) Provinsi Bali menekankan pentingnya pendidikan seks usia dini terhadap anak-anak. Maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual belakangan ini di Bali, bahkan merenggut korban jiwa yang masih berusia remaja menjadi perhatian serius.

Komisioner KPPAD Bali Ni Luh Gede Yastini menyebutkan, dalam sepekan ini terjadi dua kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak yang cukup menonjol di Bali.

Pertama, seorang siswi SLTP di Denpasar melakukan video call mesum dengan pacar hingga berujung laporan ke polisi. Kedua, remaja siswi SLTP yang tewas usai berhubungan badan dengan teman prianya.

Peristiwa ini sangat memprihatinkan, menjadi pembelajaran bersama agar mulai terbuka berbicara mengenai reproduksi. "Selama ini ketika kita bicara tentang pendidikan seks usia dini, selalu dikonotasikan negatif," ujarnya, Rabu (24/1/2018) di Denpasar.

Padahal ini lebih pada persoalan tentang pendidikan pengenalan kesehatan reproduksi. Hal ini sangat penting bagi usia remaja untuk diedukasi sehingga mereka mendapatkan informasi yang benar dari sumber yang benar dan tepat, bukan dari sumber yang tidak jelas.

Ia menegaskan, Undang-Undang Kesehatan disebutkan, remaja harus mendapatkan edukasi, informasi dan layanan kesehatan termasuk kesehatan reproduksi.

Apabila upaya edukasi dan penyediaan informasi yang didapat dari sumber yang benar ini dilakukan, maka mereka (remaja) akan jelas bisa memahami secara benar bagaimana fungsi alat reproduksi dan apa dampak/akibat apabila melakukan hubungan seksual terlalu dini.

Dalam Undang-Undang Kesehatan juga dijelaskan bahwa pendidikan kesehatan bisa didapat di sekolah dan di luar sekolah.

"Maka dari itu akan jauh lebih baik lagi kalau ini (pendidikan seks usia dini) bisa dilakukan dengan lebih sistematis. Misalnya memasukkan mengenai pengetahuan reproduksi ini dalam kurikulum pendidikan," demikian Yastini. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi