Kasad Jenderal Mulyono Izinkan Sejumlah Pejabat TNI Maju Pilkada

Sabtu, 13 Januari 2018 : 00.00
Kasad TNI Jenderal TNU Mulyono bersama ratusan anggota di Markas Raider 900/Satya Bhakti Wirottama
BULELENG - Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Mulyono mengakui tak sedikit pejabat TNI yang memilih mundur dari kedinasan untuk mengikuti perhelatan Pemilihan Kepala Daerah.

Hal itu disampaikannya, di sela kunjungan kerja ke markas Raider 900/Satya Bhakti Wirottama Kodam IX/Udayana yang bermarkas di Kota Singaraja, Jumat (12/1/2018) siang.

Kunjungan Jenderal Mulyono ini lebih melihat kedisiplinan dan capaian raihan prestasi setiap anggota TNI dalam menjalankan tugas-tugas kemiliteran. Kedatangan orang nomor satu di TNI AD ini disambut ratusan pasukan Raider 900 telah menanti di lapangan.

Di depan ratusan anggota TNI yang hadir, Jendral Mulyono menekankan setiap anggota, agar peka terhadap isu-isu komunisme dan berkomitmen untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Seluruh anggota TNI diminta tetap memegang teguh netralitas dalam perhelatan pesta demokrasi yang akan digelar serentak tahun 2018. Mengingat, beberapa anggota atau pejabat TNI memilih mengikuti pertarungan perebutan posisi kepala daerah.

Setelah selesai memberikan pengarahan kepada anggota, Mulyono mengatakan, netralitas setiap anggota TNI merupakan hal yang pasti. Bahkan, Mulyono berulang kali menekankan kepada prajurit TNI, agar mematuhi semua aturan hukum berlaku.

"Jika ada dari TNI yang mencalonkan, tidak masalah. Tapi ada aturan yang harus ditaati, Ya harus mengundurkan diri, keluar dari tubuh TNI baru statusnya sipil, dan baru bisa mencalonkan," tegas dia.

Dengan telah keluar dari keanggotaan sebagai TNI, maka tidak ada lagi istilah baginya itu merupakan anak buah. Bahkan saat ini, lanjut kata Mulyono, sudah ada beberapa pejabat TNI mengundurkan diri sebagai anggota TNI untuk maju di Pilkada serentak 2018.

Ia menyutujui langkah itu. Artinya, TNI masih mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk menjadi pemimpin suatu daerah. "Kalau dia sudah pensiun dini, keluar dari TNI. Kami tetap pada korps kita, ya netral. Kami tidak akan pihak memihak. Ada beberapa mengajukan ke saya (mundur) saya setuju," tandasnya.

"Artinya, dipercaya masyarakat, TNI senantiasa kalau dipercaya masyarakat, kami pasti berikan kesempatan, itu yang terbaik," jelas Mulyono.

Dalam kunjungannya ke Singaraja, Mulyono diberi kejutan prajurit Raider 900 berupa acara ulang tahunnya yang ke ke-57 tahun. Jendral bintang empat ini yang akrab dengan semua prajurit di tubuh TNI berbalik memberikan kejutan kepada anak buah dengan membagikan beberapa hadiah.

Bahkan, anggota TNI dari semua tingkatan yang telah beruntung, mendapatkan kupon hadiah berupa uang sebesar Rp5 juta hingga sepeda motor. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi