Cagub Rai Mantra: Sejak Tahun 2013 Kita Sudah Tolak Reklamasi

Minggu, 14 Januari 2018 : 00.00
Cagub IB Rai Dharmawijaya Mantra menghadiri aksi Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (BTR) di Denpasar
DENPASAR - Calon Gubernur Bali IB Rai Dharmawijaya Mantra menegaskan sikap penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa sudah disuarakan sejak tahun 2013.

Hal itu ditegaskanya, saat bersama Cawagub Ketut Sudikerta yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) hadir dan menyerap langsung aspirasi masyarakat pada aksi Parade Budaya Bali Tolak Reklamasi di Depan Kantor Gubernur Bali, Sabtu (13/1/2018).

Keseriusan Paket Mantra-Kerta (IB Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta) dalam menolak reklamasi Teluk Benoa tampak semakin nyata.

Sebelumnya saat deklarasi turut dilaksanakan penandatanganan fakta integritas penolakan reklamasi Teluk Benoa, yang dilanjutkan dengan mesuaka (tatap muka) dengan Ketua Pasubayan Desa Pakraman/Adat Tolak Reklamasi, I Wayan Suarsa.

Rai Mantra hadir lebih dulu menggunakan sepeda motor yang selanjutnya disusul kehadiran Sudikerta. Keduanya tampak mengenakan pakian adat Bali dengan baju yang dominan berwarna putih.

Keduanya memilih duduk di pelataran depan Lapangan Niti Mandala Renon mendengarkan orasi dan aspirasi masyarakat yang tergabung dalam gerakan Bali Tolak Reklamasi (BTR). Rai Mantra, mengatakan bahwa sikap penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa telah disampaikan sejak tahun 2013.

Hal ini lantaran sesuai dengan study kelayakan yang dilaksanakan oleh Universitas Udayana dan didukung oleh Bhisama PHDI yang menyatakan menolak reklamasi Teluk Benoa, Bali.

“Kita sudah menolak sejak 2013 lalu, iya itu berdasarkan atas kajian dan Bhisama PHDI, itu penting untuk ditaati oleh semua pihak di Bali,” tegasnya.

Kehadiranya di aksi BTR ini kata Rai Mantra adalah inisiatifnya sendiri lantaran adanya undangan terbuka untuk masyarakat Bali terkait aksi BTR. Ia menegaskan, Mantra-Kerta tidak memanfaatkan keadaan termasuk aksi BTR kali ini sebagai ajang untuk kampanye.

“Iya ini jangan dikira memanfaatkan momentum aksi BTR ini, jadi intinya karena ada undangan terbuka di media sosial ya saya berpartisipasi untuk mendengarkan dan menyerap apa saja yang disampaikan masyarakat BTR dan ini menjadi salah satu upaya serius untuk menolak reklamasi,” tutupnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi