Bisnis Tumbuh hingga 3.000 Persen, Ralali.com Dorong Pengusaha Manfaatkan Teknologi Digital

Rabu, 17 Januari 2018 : 00.00
Kepala Pemasaran Ralali.com Ranu Prasetyo dalam paparan saat media gathering di Kuta
DENPASAR - Masyarakat terlebih pengusaha kian memanfaatkan teknologi digital untuk menjual atau memasarkan produk dagangan mereka sebagaimana tercermin dari pembeli atau konsumen dari perusahaan perdagangan elektronik dalam jaringan, Ralali.com.

Ralali.com mampu membukukan pertumbuhan bisnis dalam tiga tahun terakhir mencapai 3.000 persen. Pertumbuhan bisnis secara nasional itu, ditandai dengan tingkat kunjungan per bulan mencapai tiga juta pengunjung.

"Sedangkan transaksinya mencapai lebih dari 8.000 per bulan dengan pembeli mencapai sekitar 10 ribu dan penjual lebih dari tujuh ribu," sebut Kepala Pemasaran Ralali.com Ranu Prasetyo dalam media gathering yang dihadiri pula pelaku usaha di Kuta, Badung, Selasa (16/1/2018).

Dengan capaian pertumbuhan positif itu, pihaknya terus memperluas jaringan ke seluruh daerah di luar Pulau Jawa termasuk ke Bali. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan bank nasional dan rencananya dalam waktu dekat merangkul salah satu bank berbasis di Singapura.

Ranu menjelaskan, Ralali bergerak di segmen perdagangan perusahaan dengan perusahaan berbeda dengan perusahaan perdagangan dalam jaringan lainnya yang menyasar segmentasi bisnis ke konsumen atau antarkonsumen

Dengan hadirnya di Pulau Dewata, pihaknya ingin mendorong pelaku usaha atau mitra "Sahabat Ralali" di Bali agar memanfaatkan teknologi digital sebagai model bisnis yang menghubungkan langsung pengusaha satu dengan lainnya sehingga memudahkan transaksi.

"Kami hadir untuk menjembatani pengusaha satu dengan lainnya yang ingin memenuhi kebutuhan bisnis atau yang ingin memulai bisnis untuk dijual kembali," katanya menegaskan.

Dalam amatannya, potensi pelaku usaha di Bali yang memanfaatkan wadah digitalisasi khususnya transaksi menghubungkan pelaku bisnis satu dengan lainnya ("business to business") cukup besar. Apalagi, Bali dikenal sebagai salah satu sentra usaha kecil menengah seperti kerajinan dengan kualitas produk ekspor.

Dikatakan, pertumbuhan pelaku usaha yang memanfaatkan "e-commerce" di Bali juga terbilang tinggi hanya saja jumlah transaksi dinilai belum signifikan.

Karenanya, Ralali.com terjun langsung ke lapangan menggandeng partner di Bali, apa karena produk belum ada atau belum sesuai dengan minat pasar sehingga transaksi belum signifikan.

Pendekatan model promosi lewat pelatihan atau pembinaan lebih sering dilakukan yang hingga kini telah ada 75 pelaku usaha di Bali agar mereka memasarkan produknya melalui wadah yang disediakan untuk berdagang atau "marketplace.

Bagi perusahaan yang ingin memanfatkan peluang itu, lanjut dia, dapat mendaftar dengan melampirkan izin usaha, kartu identitas dan nomor pokok wajib pajak (NPWP).

Salah satu yang membedakan dan menjadi kelebihan dari Ralali.com ini, karena menggandeng langsung produsen atau pemegang merek produk-produk ternama seperti furniture chitose dan lainnuya.

Ketua Asperda Bali Budi Hartono juga mengapresiasi upaya Ralali.com, dalam scaling up para pebisnis karena diprediksi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Head of Business Development Ralali.com Meiriana menambahkan, sudah saatnya pebisnis lokal di Tanah Aior memanfaatkan channel digital agar produknya dapat menjangkau pasar lebih luas, kapanpun, dimanapun secara tidak terbatas.

"Masuk ke marketplace seperti Ralali.com membantu dalam menemukan pasar yang baru, proses pembayaran yang aman, serta pengiriman barang hingga ke pelosok negeri," imbuh Meiriana. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi