Banjir Terjang Denpasar, Pemerintah Diminta Segera Turun ke Pemukiman Warga

Selasa, 23 Januari 2018 : 15.05
Tim SAR evakuasi warga korban banjir di Denpasar
DENPASAR - Pemerintah Kota Denpasar dan pihak terkait lainnya diminta turun melihat langsung kondisi pemukiman atau perumahan warga yang menderita akibat terjangan banjir.

Seperti terjadi saat hujan deras yang mengguyur seharian dan baru terhenti dini hari tadi, Selasa (23/1/2018) mengakibatkan sejumlah wilayah Ibu Kota Provinsi Bali itu terendam banjir

Banjir yang terjadi merata di sejumlah kawasan itu, bahkan tingginya mencapai setinggi paha orang dewasa terutama di pemukiman padat penduduk atau komplek perumahan. Banjir juga melanda di Desa Pamogan, Mekar Jaya, Kepaon di Desa Pemogan yang di huni kurang lebih dari 3000 KK

"Setiap hujan deras di mekar jaya selalu terendam banjir, dari dulu sampai sekarang belum pernah ada pemerintah yang turun ke lapangan, jangan hanya mau pilkada (pilgub) turun beri janji-janji," keluh Dewa Ulu, salah seorang warga setempat.

Sebenarnya, warga sudah sering melaporkan kondisi itu kepala lingkungan dan sudah sering layangkan surat ke pemerintah kota Denpasar. Hanya saja, sampai saat ini tidak ada realisasi untuk penanganan banjir di Mekar Jaya.

Banjir rendam di salah satu perumahan di Denpasar
"Masak setiap hujan terus banjir seperti saat ini tidak ada petugas dari pemerintah yang turun," tukasnya.

Kelian Desa Adat Mekar Jaya I Gede Yasa mengakui soal kondisi dialami warganya. "Sejauh ini kami sudah dilakukan perbaikan saluran got dimasing-masing lingkungan," ujarnya kepada wartawan.

Setiap musim penghujan, kata dia sudah dipastikan warga harus begadang jika hujan lebat terjadi. Hal sama terjadi di wilayah Kalimutu Monang Maning Denpasar. Saat hujan turun, daerah ini juga jadi langganan banjir.

Anahnya, oleh sebagian masyarakat banjir justru dianggap sudah biasa oleh warga. Bahkan anak-anak tampak ceria dengan bermain ban dan papan seluncur saat banjir melanda. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi