Tiga Pria Ini Tinggal di Rumah Berjarak 6 Km dari Gunung Agung

Sabtu, 09 Desember 2017 : 18.51
KARANGASEM - Tiga orang warga tetap nekat tinggal di rumah yang masuk Besakih Kawan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau berjarak hanya enam kilometer dari Puncak Gunung Agung Kabupaten Karangasem Bali.

Keberadaan ketiga warga itu tercium Tim SAR gabungan sehingga langsung dievakuasi, Sabtu (9/12/2017). Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang warga Besakih Kawan yang diketahui mengalami gangguan jiwa.

Awalnya petugas Pos Aju Rendang sekitar pukul 09.30 Wita mendapat Kepala Dusun Wayan Widia, yang mengatakan bahwa ada 3 warga mengalami gangguan jiwa dan perlu dievakuasi.

"Dua diantaranya merupakan saudara, seorang lagi warga lainnya," ungkappnya.

Sebuah 1 unit ambulance Puskesmas Rendang, dan 1 unit ambulance PMI dikerahkan untuk mengevakuasi mereka. Pada pukul 11.15 Wita 1 orang atas nama Wayan Sudana (L/30) dievakuasi menuju RS Jiwa Bangli, namun saudaranya tidak mau dievakuasi karena takut melihat banyak orang.

Sementara satu orang lainnya tidak jadi dievakuasi, dengan alasan sudah diobati oleh "orang pintar".

Dalam upaya evakuasi warga, sangat diperlukan pendampingan dari pihak keluarga, selain itu juga harus ada tenaga medis. Kepala Kantor Pencaraian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas), Ketut Gede Ardana, mengutarakan kekhawatirannya.

"Masih ada permintaan evakuasi di KRB 3, berarti tak menutup kemungkinan masih ada warga yang tinggal di sana, nyawa mereka terancam jika nanti Gunung Agung erupsi dan dampaknya hingga radius tersebut," ungkapnya.

Pihaknya mengharapkan warga bersabar menghadapi bencana ini dan mengikuti setiap anjuran dari pemerintah. Hari ini kembali terjadi letusan asap bercampur abu, pagi tadi itu terlihat dari pos aju Les, dan beberapa kali hembusan.

"Kapan saja bisa erupsi, kami tidak menakut-nakuti tapi warga harus waspada, jika terpaksa tinggal di KRB mereka wajib persiapkan langkah evakuasi mandiri, pelajari jalur evakuasinya," jelasnya.

Berdasarkan hasil pengamatan dari PVMBG dalam periode Sabtu (9/12/2017) pukul 00.00 Wita hingga 06.00 Wita, terpantau kegempaan letusan 6 kali terjadi, hembusan 3 kali, low frekuensi 5 kali, low frekuensi 5 kali, vulkanik dalam 5 kali, vulkanik dangkal 2 kali, tektonik lokal 1 kali dan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo1-2 mm (dominan 2 mm).

Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 1000-2000 m di atas puncak kawah mengarah ke barat laut. Sempat teramati Sinar api dari kawah puncak Gunung Agung di Pos Rendang.

Dalam perkembangannya hingga pukul 12.00 Wita terpantau kegempaan yakni letusan 2 kali dengan tinggi 2000 m dan warna asap kelabu, hembusan 15 kali, low frekuensi 4 kali, vulkanik dangkal 1 kali, tektonik jauh 1 kali dan tremor menerus amplitudo 1 - 5 mm, durasi 3 mm. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi