OJK dan Himbara Salurkan Rp1 Miliar Bantu Pengungsi Gunung Agung

Selasa, 26 Desember 2017 : 19.43
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyerahkan bantuan Rp250 Juta untuk pengungsi Gunung Agung yang diterima Bupati Karangasem Ida Ayu Mas Sumatri
KARANGASEM - Bantuan senilai Rp1 Miliar untuk pengungsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali diserahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menegaskan bantuan yang berhasil digalang bersama Himbara, sebagai bentuk empati dan kepedulian atas kondisi yang dialami para pengungsi Gunung Agung.

"Ini sebagai rasa empati kami. Semoga ini meringankan para pengungsi," ucap Wimboh saat menggelar pertemuan dengan pelaku usaha di Kantor Bupati Karangasem, Selasa (26/12/2017).

Bantuan diterima Bupati Karangasem Ida Ayu Mas Sumatri itu diserahkan Wimboh dan masing-masing perwakilan perbankan dari Himbara di Bali. Rinciannya, bantuan OJK sebesar Rp250 juta, Bank Mandiri Rp200 juta, BNI sebesar Rp200 juta, BRI sebesar Rp200 juta dan BTN sebesar Rp150 juta.

Kedatangan OJK dan Perbankan langsung ke Kabupaten Karangasem guna mendengar langsung masukan pelaku usaha sehingga bisa teridentifikasi perumusan kebijakan OJK terhadap dampak erupsi gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut ini.

Sebelumnya Wimboh juga meninjau para pengungsi yang bertahan di pos pengungsian di GOR Swecapura Kabupaten Klungkung pada Senin (25/12).

Pihaknya mengapresiasi semangat para pengungsi dapat beraktivitas bahkan sebagian di antaranya melakukan kegiatan mengayam atau mengolah bambu untuk dijual kembali, mengisi hari-hari selama di pengungsian.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengapresiasi bantuan yang diberikan OJK dan Himbara kepada pengungsi Gunung Agung. "Kami mendapat ujian cukup berat, sejak aktivitas vulkanik Gunung Agung ditetapkan dengan status Awas 22 September 2017, sampai saat ini," tukasnya.

Kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten berjuluk "Bumi Lahar " itu, kian terpuruk karena berhentinya sumber pemasukan daerah yakni dari sektor galian C dan pariwisata.

"Ekonomi di Karangasem, tiga bulan mati suri," katanya menegaskan Banyak masyarakat kehilangan mata pencaharian dan daya beli masyarakat menjadi menurun,

Karenanya, Bupati Mas yang mengkampanyekan tagline baru Karangasem sebagai "Spirit of Bali" itu, berharap wisatawan tidak takut berkunjungan ke Karangasem karena wilayah itu masih aman di luar radius rawan bencana yakni 6-10 kilometer dari kawah Gunung Agung.

"Saya jamin keamanannya," tegasnya lagi sembari menambahkan sampai saat ini pengungsi tersebar di 240 titik di seluruh Bali mencapai 71 ribu atau menurun dari tiga bulan sebelumnya yang mencapai sekitar 200 ribu orang dari 28 desa di kawasan rawan bencana (KRB). (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi