Menteri Jonan Sebut Ada Persepsi Keliru Soal Status Gunung Agung

Jumat, 22 Desember 2017 : 05.41
Menteri ESDM Ignasius Jonan berikan keterangan pers usai mengunjungi Gardu Induk PLN di Pemecutan Denpasar
DENPASAR - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengakui adanya persepsi yang keliru soal status Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali sehingga hal itu menimbulkan dampak yang begitu luas di masyarakat.

Menurut Jonan, status awas Gunung Agung yang telah ditingkatkan oleh PVMBG dari Siaga beberapa waktu lalu itu, sejatinya untuk radius 8-10 km dari kaki Gunung. Jadi, tergantung dari wilayah mana radiusnya, sehingga di luar kawasan itu, Bali tetap aman atau tidak dalam status apa-apa.

"Status Awas itu berlakun untuk radius 8-10 kilometer dari Gunung Agung," tegasnya saat meninjau Gardu Induk PLN Pemecutan di Denpasar, Kamis (21/12/2017).

Soal status waspda itu, kata Jonan lebih pada sikap kesiapsiagaan bagi aparatur pemerintah, pusat provinsi dan daerah atau pemangku kepentingan lainnya jika terjadi erupsi besar Gunung Agung.

Dengan begitu, di luar itu statusnya aman karena yang berstatus Awas adalah daerah atau kawasan rawan bencana (KRB).

Jonan menambahkan, jika sekarang dari kawah Gunung Agung jaraknya ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali sekira 60 km lebih, lantas kenapa daerah yang berada lebih dekat dari Gunung Agung yakni sisi wilayah barat Pulau Lombok, justru masyarakatnya merasa tetap tenang.

"Ini kan logika sederhana saja, dari kawah Gunung Agung meskipun lewat laut, lebih dekat ke Lombok daripada ke Bandara Ngurah Rai, karena jaraknya mungkin sampai 15 km, tetapi di sana merasa lebih aman, ini kan soal persepsi saja," tandas Jonan.

Terkait Soal status Waspada dan Awas Gunung Agung itu, kata Jonan sebernarnya ada persepsi yang salah di masyarakat. "Kita harus tetap waspada, walaupun banyak alat dipasang karena kita tidak tahu persis sebenarnya," imbuhnya.

Di pihak lain, untuk menggambarkan bahwa kondisi Bali itu aman, Presiden Joko Widodo bahkan akan menggelar Rapat Terbatas dengan para Menteri di Bali pada Jumat 22 Desember 2017.

"Saya tanggal 30 sampai 31 Desember akan kembali ke Bali, mengajak keluarga , tetapi ini bukan tanggapan ya, saya mau liburan ke sini," demikian Jonan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi