Yenny Wahid: Perempuan Berperan Strategis Wujudkan Ketentraman dan Kedamaian

Senin, 09 Oktober 2017 : 21.20
Direktur Wahid Fpundation Yenny Wahid/net
SUMENEP - Direktur Wahid Foundation Yanubah Arifah Khafsoh atau disapa Yenny Wahid menyatakan peran kaum perempuan di Indonesia cukup strategis di garda depan dalam mewujudkan ketrentaman dan kedamaian di Tanah Air.

Menurut Yenny, maqolah ulama menyebutkan, “An nisa ‘imadul bilad, idzasholuhat sholuhal bilad, "Perempuan itu tiang negara, bila perempuannya baik maka negaranya juga akan baik," tutur Yenny dalam siaran pers diterima Kabarnusa.com, Senin (9/10/2017).

Selama ini, menurut Yenny, para kyai telah berjuang di garda terdepan untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian di bumi nusantara. Tentu dibelakangnya terdapat peran ibu Nyai yang luar biasa dan turut serta dalam perjuangan tersebut.

"Kegiatan yang kami gagas ini dipicu oleh rasa bangga kami kepada perempuan Indonesia yang mempunyai karakter khas," sambungnya.

Dikatakan, ketika UN Women menghubunginya untuk membuat kegiatan perayaan hari perdamaian dunia yang melibatkan kelompok perempuan di masyarakat, langsung dia berpikir bahwa Madura adalah daerah yang paling pas.

"Perempuan Madura dikenal sebagai pribadi yang ulet dan pekerja keras, serta religius dan senang bergotong royong," ungkap Yenny. Berangkat dari rasa bangga itulah maka Wahid Foundation berinisiatif untuk membuat Gerakan Perempuan Untuk Perdamaian.

Program digagas bersama UN Women, berbentuk program penguatan ekonomi keluarga, dimana perempuan akan dibantu untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencari tambahan nafkah keluarga.

Mereka bisa tetap tinggal dirumah untuk mengasuh anaknya, sambil membuat usaha kecil untuk membantu pendapatan keluarganya.

Di sisi lain para perempuan tersebut juga akan dibekali dengan kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai perdamaian dilingkungannya masing-masing sehingga tidak mudah terpancing oleh provokasi orang2 yang ingin menciptakan konflik ditengah-tengah masyarakat.

Dalam program ini juga melibatkan banyak Kyai, Gus dan Lora, untuk membantu membangun pemahaman kaum perempuan terutama tentang nilai Pancasila.

Para kyai adalah orang yang paling tepat untuk bicara soal Pancasila, karena para kyai sangat menyadari bahwa Pancasila, adalah mitsaqon Gholidhoh, perjanjian suci yang mengikat seluruh bangsa Indonesia, yang telah direstui oleh para ulama pendahulu kita.

"Saya berharap para Lora dan Gus dari AnNuqoyah bersama para bu Nyai, nantinya bisa menjadi pelopor-pelopor perdamaian di Madura dan Indonesia," tegas Yenny.

Gerakan ini juga sekaligus menjadi respon dari keinginan baik Presiden Joko Widodo yang telah menggagas konsep penguatan ekonomi umat.

"Beliau telah bekerja keras dalam melakukan banyak upaya untuk mengikis kesenjangan ekonomi yang ada dimasyarakat. Karena itu mari kita doakan agar Beliau diberi kekuatan dalam memimpin bangsa ini," harap putri sulung mendiang Presiden RI ke-IV KH Abdurrahman Wahid.

Yenny mengajak masyarakat mendoakan agar Jokowi diberi kesehatan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk membangun Indenesia yang aman, adil dan sejahtera. (des)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi