Terlibat Narkoba, Polisi Ringkus Mahasiswa dan Pengedar Sabu

Rabu, 04 Oktober 2017 : 06.06
BULELENG - Satres Narkoba Polres Buleleng menangkap dua pelaku terlibat dalam kasus narkoba masing-masing Agus Aw (22) diduga pemakai dan Gede As pengedar narkoba.

Polisi menangkap Agus yang berasal dari Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng dan tercatat masih kuliah di sebauh perguruan tinggi di Buleleng. Ia ditangkap di jalan raya Seririt-Gilimanuk, tepatnya di Dusun Brongbong, Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

Hasil pengembangan kasus ini, terungkap Agus mengaku mendapat narkotika jenis sabu dari Gede As alias Jangaran tinggal di Seririt, Buleleng. Dari keterangan Agus, polisi melakukan penyergapan terhadap Jangaran di rumahnya sekitar pukul 23.00 Wita.

Kasatres Narkoba, AKP Ketut Adnyana Tj seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sukawijaya mengungkap, kronologis penangkapan terhadap tersangka Agus yang berawal dari laporan masyarakat Gerokgak yang mengatakan akan ada transaksi narkoba.

”Saat digeledah, pelaku terbukti membawa bahan kristal bening yang diduga sabu sebanyak 1 paket” terang Adnyana TJ yang didampingi Kasubag Humas Polres Buleleng AKP Suartika kepada wartawan, Selasa (3/10/2017).

Tersangka mengaku mendapat sabu dari tersangka Jangaran. Polisi langsung melakukan penangkapan terhadap Jangaran yang Untuk sementara diduga sebagai pengedar.

"Sedangkan tersangka Agus sebagai pemakai narkotika jenis sabu,” urai Adnyana TJ. Kepada polisi, tersangka Jangaran mengaku baru 6 bulan menggeluti narkoba. Dalam hari bisa menjual 1 hingga 2 paket.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya kedua pelaku untuk saat ini dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Tersangka juga terancam denda paling sedikit Rp 800 juta, paling banyak Rp 8 miliar.

Sememtara tersangka Jangaran dijerat Pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, denda paling sedikit Rp 800 juta, paling banyak Rp 8 miliar. (gde)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi