SPMAA Bali Latih SANTANA Bantu Pengungsi Gunung Agung

Jumat, 06 Oktober 2017 : 16.47
Salah seorang santri putri SANTANA praktek metode HEART and FEAT dalam pelatihan Sekolah Gembira yang diselenggarakan SPMAA Bali
DENPASAR - Yayasan Sumber Pendidikan Mental Agama Allah (SPMAA) Bali melatih puluhan santrinya yang tergabung dalam SANTANA (Santri Tanggap Bencana) dari Denpasar dan Tabanan tentang berbagai teknik pemulihan diri untuk membantu pengungsi terdampak bencana alam.

Pelatihan yang digelar di SPMAA Bali yang berlokasi di Banjar Batan Nyuh, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar tersebut, digelar selama tiga hari mulai Kamis (5/10/2017) s/d Sabtu (7/10/2017)

Ketua Yayasan SPMAA Bali Gus Glory Islamic di sela-sela kegiatan mengungkapkan, pelatihan tanggap bencana yang diperuntukkan bagi SANTANA SPMAA Bali ini, merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada pengungsi Bencana Gunung Agung karena setelah dilatih para SANTANA ini akan diterjunkan untuk membantu para pengungsi.

Selain sudah mendirikan Posko Kemanusiaan Bencana Gunung Agung di lokasi SPMAA Bali, dalam waktu dekat ini SPMAA Bali juga akan mendirikan tiga posko kemanusiaan peduli pengungsi yang berlokasi di tiga desa yang ada di Kabupaten Karangasem.

"Tim SANTANA SPMAA Bali nanti akan diterjunkan di Posko-posko Peduli pengungsi yang didirikan SPMAA Bali untuk membantu para pengungsi Bencana Gunung Agung," katanya.

Menurut Gus Glory, materi pelatihan yang diberikan untuk para SANTANA SPMAA Bali di antaranya adalah Teknik Relaksasi 1961 khas SPMAA, Trauma Healing dan Sekolah Gembira.

Pelatihnya didatangkan dari SPMAA Pusat Lamongan di antaranya adalah Gus Hafidh dan Gus Khosy'in Koco Woro Brenggolo dan Gus-gus lainnya yang berkompeten.

"Materi pelatihan sekolah gembira yang diberikan di antaranya adalah metode HEART (Healing Through Art Fun and Education) dan metode FEAT (Fun Education and Art) yang diperuntukkan untuk anak-anak biar mereka tetap gembira meski sedang dalam pengungsian," katanya.

Demikian juga dengan pelatihan Relaksasi 1961 Khas SPMAA dan Trauma Healing, diperuntukkan bagi para pengungsi agar tidak mengalami kejenuhan, trauma dan stress meski mereka berada di pengungsian dan menghadapi bencana.

Selain bantuan dalam bentuk non fisik, SPMAA Bali juga akan memberikan bantuan dalam bentuk fisik yang akan disesuaikan dengan kebutuhan para pengungsi. Baik itu berupa sembako, pakaian/seragam sekolah, peralatan sekolah, mainan anak-anak atau barang lainnya yang diperlukan pengungsi.

"Sebagai lembaga sosial non profit yang bergerak di bidang sosial, lingkungan dan pendidikan, SPMAA Bali sudah sering memberikan bantuan kemanusiaan dalam berbagai bencana alam. Di antaranya bencana alam Tzunami di Aceh, Tanah Longsor di Bangli dan Ponorogo, banjir bandang di Gerogak Buleleng serta di tempat lainnya," pungkas Gus Glory. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi