Pengungsi Gunung Agung Diajari Olah Sampah Bernilai Ekonomis

Senin, 09 Oktober 2017 : 16.07
DENPASAR - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengajak warga Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Agung untuk dapat memanfaatkan waktu luang dengan produktif.

Langkah ini dilakukan dengan memberikan pelatihan terkait dengan pemilahan dan pengolahan sampah khususnya sampah yang berbahan dasar kertas. Pemerintah Kota Denpasar mencetuskan langkah ini guna merangkul para pengungsi agar tidak terjebak dalam rasa bosan selama dipengungsian.

"Pelatihan ini memberikan edukasi pengungsi untuk memanfaatkan waktu dengan hal-hal positif selama di pengungsian terutama tentang pengolahan sampah," ungkap Kabid Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Kota Denpasar Ketut Adi Wiguna.

Ketua Bank Sampah Pagan Asri sekaligus pemilik Bengkel Kreatif Kota Denpasar Ketut Yudi Mahendra menuturkan, pelatihan untuk meningkatkan kreatifitas para pengungsi agar nantinya bisa menjadi bekal ilmu yang bermanfaat.

"Kalau di desanya biasanya mengolah yang berasal dari alam seperti akar-akaran, kali ini kita ajak untuk membuat kreatifitas dari limbah khususnya dari kertas koran," ungkap Ketut Yudi Mahendra.

"Khusus kami latih membuat bokoran dari koran, karena memang sedang diminati, biasanya dimanfaatkan untuk sembahnyang juga," tambahnya.

Besar harapan pelatihan ini dapat memberikan manfaat kepada para pengungsi, tidak hanya untuk mengisi waktu luang saja, namun juga memberikan ketrampilan tambahan yang dapat menambah penghasilan nantinya.

Selain itu, hasil kreativitas para pengungsi akan dipasarkan Bank Sampah agar karya-karya dapat bernilai ekonomis. (gek)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi