Peduli Pengungsi Gunung Agung, IIPG Bagikan Sembako dan Obat-obatan

Minggu, 01 Oktober 2017 : 23.48
KARANGASEM- Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) menyalurkan bantuan mulai sembako sampai obat-obatan kepada para pengungsi Gunung Agung Karangasem di sejumlah lokasi pengungsian.

Kegiatan lewat bakti sosial itu mengangkat tema 'Peduli Erupsi Gunung Agung' di Bangli, Singaraja dan Karangasem, Bali, Sabtu (30/9/2017).

Bantuan yang diberikan kepada 143.167 pengungsi tersebar di berbagai titik pengungsian. Guna memperlancar kegiatan itu, IIPG menggandeng Ikatan Istri Fraksi Partai Golkar (IIFPG) dan IIPG Bali di ketiga lokasi.

Lokasi baksos IIPG Desa Tembok di Kabupaten Singaraja, Desa Pengotan di Kabupaten Bangli, serta Desa Karang Cermen di Kabupaten Karang Asem.

Wakil Bendahara Umum IIPG Ade Ricky mengatakan, bantuan yang diserahkan untuk para pengungsi berupa beras sembako, sayur-sayuran, obat-obatan, tikar, selimut, pembalut, perlengkapan mandi dan makanan ringan.

“Walaupun masih dalam status siaga darurat, artinya belum dinyatakan sebagai tanggap darurat, namun membludaknya pengungsi, telah mengetuk kami yang ada di IIPG dan IIFPG untuk segera memberikan bantuan,” jelas Ade.

Ade menyampaikan salam dari Ketua Umum IIPG Deisti Astriani Novanto, Sekretaris Jenderal IIPG Ridho Idrus Marham dan Bendahara Umum IIPG Lisa R Kardinal yang berhalangan hadir.  Dia mengatakan, Deisti bersama seluruh jajaran IIPG mendoakan penderitaan para pengungsi Gunung Agung bisa segera berakhir.

“Kami mengimbau Pemerintah Provinsi Bali untuk tetap memperhatikan kebutuhan dasar pengungsi,” katanya mengingatkan.

Sementara, Ketua Bidang Sosial IIPG Nita Christanti Azis yang hadir dalam baksos mengharapkan kegiatan itu bisa membantu para pengungsi akibat aktivitas Gunung Agung. Nita mengharapkan aksi Peduli Erupsi Gunung Agung bisa menyemangati para pengungsi di beberapa titik pengungsian.

“Bakti sosial ini tidak hanya dilihat dari apa dan seberapa banyak bantuan yang kami bawa, tetapi lebih jauh dari itu, kami dari IIPG dan IIFG berkeinginan untuk menunjukkan empati kami dengan berharap kunjungan kami ini dapat menimbulkan semangat baru mereka di pengungsian,” tutur Nita.

Pemerintah telah memberi respons cekatan dalam menangani pengungsi. Petugas BNPB pun sudah berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.  Setelah bencana yang menimpa warga akibat letusan Gunung Merapi dan Sinabung, seyogianya dapat belajar dari bencana sebelumnya.

"Hal ini bisa menjadikan pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak dapat lebih siap dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk akibat erupsi Gunung Agung,” harap Nita. (*)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi