Ikan Nila Tersapu Banjir Bandang, Pokdakan Bentuk Sari Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 06 Oktober 2017 : 15.00
Made Sutana, Ketua Pokdakan Bentuk Sari menunjukkan pada Penyuluh Perikanan, kolam benih nilanya yang diterjang banjir bandang
TABANAN - Benih ikan nila sejumlah sekitar 250 ribu ekor dan ikan nila ukuran konsumsi sekitar 300 Kg yang dipelihara Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) "Bentuk Sari" di Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali, hanyut dan hilang tersapu banjir bandang, Kamis (5/10/2017) malam.

Akibat banjir bandang tersebut, Pokdakan Bentuk Sari mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Padahal benih ikan nila tersebut sudah ada yang mau membelinya dan sudah dikasih panjar Rp 5 juta.

Rencananya Minggu (8/10/2017) lusa akan dipanen dan dibawa ke Danau Batur, Bangli.

"Kami rugi puluhan juta rupiah karena harga benih ikan nila ukuran 7-9 Cm yang hanyut dibawa banjir Rp 300 per ekor. Sedangkan ikan nila konsumsi harganya Rp 25 ribu/Kg," ujar Made Sutana, Ketua Pokdakan Bentuk Sari saat ditemui di lapangan, Jum'at (6/10/2017) siang.

Menurut Made Sutana, dirinya mengetahui ikannya hilang tersapu banjir sekitar pukul 04.00 pagi ketika dirinya datang ke kolam untuk mengontrol ikan yang dipelihara.

Dijelaskan, saat Sutana tiba di kolam, air dari saluran irigasi meluap masuk ke kolam di bagian atas. Sedangkan kolam yang ada di bagian bawah sudah terendam air akibat luapan air dari pangkung (sungai kecil) Tali Pasuh yang ada di bawahnya.

Banjir di kolam bagian atas bisa segera Sutana atasi sebelum ikannya hanyut dari kolam yang hampir meluap airnya. Sedangkan banjir yang menerjang tiga petak kolam di bagian bawah airnya besar dan deras yang membuat Sutana pasrah dan menyerah.

"Selama sekitar 14 tahun saya menekuni budidaya ikan di sini, baru kali ini saya melihat banjir yang besar. Beberapa ternak babi yang dipelihara warga di bagian utara kolam juga ada yang hilang dibawa banjir," katanya.

Sutana menyebutkan, selain ratusan ribu benih ikan nilanya serta sekitar 300 Kg ikan nila konsumsi hilang tersapu banjir, pelinggih yang ada di kolamnya juga roboh dan hilang diterjang banjir.

Demikian juga dengan sarana dan prasarana pembenihan ikan yang ada di kolam, hilang tersapu banjir. Terkait kejadian tersebut, Penyuluh Perikanan setempat I Made Sudarta akan segera melaporkan kejadian musibah tersebut ke Dinas Perikanan Tabanan.

"Saya datang ke sini untuk melihat kondisi lapangan secara langsung dan melakukan pendataan kerugian untuk dilaporkan ke Dinas Perikanan," katanya singkat. (gus)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi