Gubernur Pastika Minta Turis Tak Perlu Khawatir Berlibur ke Bali

Rabu, 04 Oktober 2017 : 22.35
Gubernur Bali Made Mangku Pastika/dok
DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta warga negara asing yang akan berlibur ke Pulau Dewata tidak tak perlu merasa khawatir dengan aktivitas Gunung Agung yang telah ditetapkan statusnya ke level Awas..

Hal itu disampaikan saat bertemu seluruh Konsul Jenderal negara asing di Bali terkait status Gunung Agung dan apa yang sudah dilakukan pemerintah terhadap kondisi tersebut di Ruang Rapat Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (4/10/2017).

Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, yang pertama jika Gunung Agung meletus hanya 28 desa di sekitar Gunung Agung yang akan terdampak dan saat ini 28 desa di Kabupaten Karangasem tersebut sudah dikosongkan.

Kata Pastika, pemerintah, sudah mengamankan radius 12 km dari puncak Gunung Agung. "Bahkan yang berada di daerah Candidasa pun tak perlu khawatir karena berada di kawasan yang aman," katanya.

Jadi untuk wisatawan yang berada di luar 28 desa tersebut, apalagi di Nusa Dua atau Kuta bisa dipastikan akan aman. Ia menambahkan saat ini aktivitas vulkanik dangkal Gunung Agung menurun dan diharapkan bisa terus menurun dan tidak terjadi erupsi.

Pihaknya terus menerima update dari ahli vulkanologi yang memantau kondisi Gunung Agung. Kalaupun terjadi erupsi, pemerintah telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana yang telah siap untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

Mantan Kapolda Bali ini mengatakan pemerintah sudah menyiapkan contigency plan jikapun misalnya Bandara Ngurah Rai tertutup. Menurutnya pemerintah akan memfasilitasi dan mengakomodasi wisatawan yang akan pulang menuju bandara terdekat seperti bandara di Surabaya atau Lombok.

Gubernur Pastika kembali menegaskan agar segala informasi terkait Gunung Agung mengacu pada sumber resmi terpercaya. Menurutnya banyak informasi yang tak benar seputar Gunung Agung di internet.

Dia meminta agar negara asing tak perlu khawatir dengan kondisi Bali. "Kalau ada yang sudah mengeluarkan travel warning, saya harap sebaiknya segera dicabut," katanya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi