Datangi Mapolda, Komponen Rakyat Bali Laporkan Eggi Sudjana

Jumat, 06 Oktober 2017 : 17.43
Aktivis Komponen Rakyat Bali melaporkan Egi Sujana di Polda Bali
DENPASAR - Para aktivis Komponen Rakyat Bali (KRB) melaporkan Eggi Sudjana ke Direktorat Kriminal Khusus (Direskrimsus Polda Bali lantaran menilai pernyataan Eggi dalam video yang beredar luas di media sosial telah melecehkan NKRI dan dasar negara Pancasila

Mereka berasal dari perwakilan KRB yakni Pariyadi dari Patriot Garuda Nusantara, Huda Nuryanto, I Gusti Ngurah Nyoman Juniartha dan Arif Melky Kadafuk.

Pariyadi menyampaikan, pernyataan Egi telah melecehkan NKRI dengan dasar negara Pancasila. Dia meminta MUI mengambil sikap terhadap Egi karena juga bagian dari MUI. Pernyataan Egi sangat provokatif dan bisa memecah belah NKRI.

Kata dia, ada 6 agama di Indonesia yang sudah sah dan diakui negara yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Kepala Departemen Komunikasi Musyawara Pelayanan Antar Gereja (MPAG) Provinsi Bali Pendeta Muda Nugraha Josua mengungkapkam, hasil musyawarah MPAG Bali menyatakan, pernyataan Eggi melukai hati umat beragama lain di Indonesia.

Bukan hanya umat agama lain, sebagian besar umat muslim itu ikut terluka. Dikatakan, salah satu pelapor adalah Gus Yadi (Pariyadi) penggerak Pondok Pesantren Soko Tunggal dan senior di Patriot Garuda Nusantara.

Pendeta Muda Josua juga berpandangan jika dilihat di video yang beredar, ungkapan ini mencederai negara Indonesia yang berasaskan Pancasila.

"Pada Soekarno sendiri saat mencetuskan Pancasila tidak membeda-bedakan agama," ujarnya sembari menegaskan tokoh lintas agama di Bali mendorong kepolisian memproses secara hukum Eggi.

Sesepuh perguruan Sandi Murthi I Gusti Ngurah Harta, menjelaskan jika para pelapor sudah menyaksikan sendiri video Eggi Sujana yang beredar luas.

Kata Tu Rah, panggilan Ngurah Harta, rekaman itu mengandung penistaan agama terutama kepada 5 agama lainnya di Indonesia yang sudah diakui negara dan mengandung provokasi.

Mereka melaporkan Eggi dengan jeratan pasal 28 ayat 2 UU ITE juncto pasal 45 ayat 3 UU No 19 tahun 2008 tentang Perubahan ITE Juncto pasal 156 A, KUHP. Hingga kini, belum diperoleh konfirmasi dari pihak Eggi Sujana terkait pelaporan tersebut. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi