Celuk Jewellery Festival Kokohkan Branding Kerajinan Perhiasan di Bali

Jumat, 06 Oktober 2017 : 23.51
Bupati Gianyar Anak Agung Beratha saat jumpa pers Celuk Jewellery Festival 2017
DENPASAR - Ajang Celuk Jewellery Festival yang memasuki tahun kedua ini diharapkan akan semakin memperkuat branding kerajinan perhiasan seperti emas dan perak asal Celuk Kabupaten Gianyar Bali yang dikenal sampai mancanegara.

Menurut Ketua Dekranasda Gianyar Suryani Adnyani Mahayastra diharpakan lewat ajang ini bisa kembali menggelorakan semangat untuk mengangkat citra perhiasan dan kerajinan perak dan emas asal Celuk sehingga semakin dikenal dunia.

Tahun 1980-an bisa dibilang puncak-puncaknya perhiasan Perak Celuk yang terkenal sampai dunia dan memberi dampak positif bagi tumbuhnya perekonomian di wilayah itu.

Diakui, sejak tragedi Bom Bali tahun 2005, kerajinan perak mengalami kelesuan akibat ekonomi Bali dan nasional yang mengalami perlambatan pertumbuhan perekonomian.

Pengusaha UKM mengalami kendala promosi dan permodalan sehingga berdampak pula pada menurunnnya industri tenun hingga kerajinan.

"Ini sekaligus ajang promosi dan Dekranasda memberikan peluanh bagi pengusaha untuk bisa mengikuti pameran baik tingkat regional maupun nasional," katanya saat jumpa pers di kantor LPD Celuk Gianyar, Jumat (6/10/2017).

Sementara Ketua Panitia Ketut Widi Putra, menambahkan, berbeda dibanding tahun pertama gelaran festival ini yang berlangsung dua hari kini ditambah menjadi tiga hari 13-15 Oktober 2017 di Wantilan Pura Dalam Celuk Jalan Setra Celuk Banjar Celuk Kecamatan Sukawati.

Dengan begitu, peluang masyarakat untuk bisa lebih banyak menyaksikan atau mengikuti serangkaian kegiatan seperti workshop, seminar, pagelaran budaya, bazar kuliner, fashion show, live music, river hash run dan lainnya.

"Target kami bisa menjaring sekira 2000 pengunjung dalam festival ini," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Gianyar, Bali Anak Agung Gede Bharata menyatakan dukungannya terhadap ajang "Celuk Jewellery Festival" yang dinilai sebagai upaya melestarikan seni budaya termasuk melakukan inovasi berbagai potensi daerah.

"Saya mendorong warga masyarakat agar mampu melestarikan seni dan budaya, baik itu tarian, maupun potensi lainnya di daerah tersebut melalui kegiatan festival," kata Bupati Bharata.

Pelastarian seni budaya dan potensi yang ada di daerah tersebut sangat penting, mengingat perkembangan zaman globalisasi akan memberi kebebasan manusia melakukan perdagangan, termasuk transformasi kebudayaan itu.

"Saya minta masyarakat Gianyar mampu melestarikan seni budaya tersebut, karena dengan demikian kebudayaan yang ada di daerah "gudang seni" tidak akan lekang oleh zaman globalisasi," harap dia.

Ia mengharapkan kelestarian seni dan budaya pada era globalisasi menghadapi persaingan cukup ketat dengan budaya barat, karena itu diperlukan filterisasi, salah satunya menyelenggarakan festival-festival di daerah setempat.

"Kami dari pemerintah daerah terus mendukung dan mendorong agar pelestarian budaya itu dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga seni dan budaya yang ada di Kabupaten Gianyar tetap lestari," ujar Bupati Bharata yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata Gianyar Anak Agung Ari Brahmanta. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi