Banyak Hakim Terjaring OTT, Ketua MA Didesak Mundur

Rabu, 11 Oktober 2017 : 07.20
Ketua Ikadin Kalimantan Barat Hadi Suratman/foto:kabarnusa
PONTIANAK - Korwil sekaligus Ketua Ikadin Kalimantan Barat Hadi Suratman meminta Ketua Mahmakah Agung Hatta Ali mundur dari jabatannya karena dinilai gagal melakukan pengawasan menyusul banyaknya hakim di Tanah Air yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Hadi sangat prihatin atas kejadian-kejadian yang menyentuh dunia peradilan yang begitu luar biasa, sehingga meruntuhkan lembaga keadilan. "Ini efek dari tertangkapnya hakim ataupun terhadap pimpinan lembaga peradilan yang baru baru ini terjadi," ungkapnya, Selasa (10/10/2017).

Jika lembaga peradilan sebagai tempat mencari keadilan dengan secara masif dirusak oleh hakim hakim yang tidak berdedikasi menjual kehormatan dengan menerima suap dan sebagainya, maka akan berakibat di OTT oleh KPK.

"Ini menunjukkan telah hilang profesi dan pengabdian yang mulia sebagai penegak hukum. Karena tidak mampu menjaga kehormatan," jelasnya.

Padahal, Mahkamah Agung telah mengeluarkan maklumat nomor 01/maklumat/KMA/IX/2017. Namun hal tersebut bukan merupakan suatu peringatan dengan OTT para hakim dan sampai melibatkan Ketua PT Sulut.

"Ini menunjukan adanya masalah serius di dalam tubuh para yang mulia yaitu Mahkamah Agung. Atas dasar ini kita melihat adanya indikasi ketidakmampuan Mahkamah Agung," paparnya.

Dalam hal ini Ketua MA, Hatta Ali tidak mampu memimpin dan mengawasi para hakim di jajarannya.

Perlukah Ketua MA yang sekarang ini dipertahankan? Sebab itu ia meminta Hatta Ali mundur dan berhenti dan MA harus mampu mencari figur yang mampu mengembalikan marwah dan citra peradilan sebagai lembaga yang mulia dan terhormat.

"Sehingga masyarakat kembali percaya pada lembaga peradilan di negeri ini," terangnya.

Hadi Suratman yang juga Ketua DPC Peradi Pontianak sekaligus Korwil Peradi BTU menambahan, di masa kepemimpinan M Hatta Ali inilah, telah memporakporandakan profesi advokat dengan mengeluarkan SKMA 073.

"Dengan SK inilah timbul kegaduhan terkait pelantikan Advokat," tutupnya. (din)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi