Tanpa Anus, Bayi Pasangan Kirtiyasa dan Tami Butuh Uluran Tangan

Jumat, 21 Juli 2017 : 22.32
Putri pasangan Kirtiyasa dan Tami harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Buleleng
BULELENG - Kebahagiaan bercampur sedih dirasakan pasangan suami istri Kadek Kirtayasa (20) dan Wayan Tami Putriani (20) asal Dusun Klandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng lantaran buah hati mereka terlahir tanpa memiliki anus.

Bayi perempuan mungil yang dilahirkan Tami mengalami kelainan, pada bagian tubuhnya tanpa memiliki lubang anus tak seperti bayi yang lahir normal

Bayi yang belum sempat diberi nama itu, harus dirawat secara intensif di RSUD Singaraja, pasca dioperasi untuk membuat lubang pembuangan sementara di bagian perut.

Selama perawatan bayi cantik ini halaman ruang perawatan ICU RSUD Buleleng, Tami terlihat ditemani suami serta keluarganya Nyoman Sariani yang bekerja sebagai Clening Servis di Perpustakaan Buleleng, terlihat pasrah dengan kondisi buah hati mereka.

Tim medis baru saja melakukan tindakan operasi untuk membuat lubang pembuangan sementara di bagian perut.

Tami menuturkan, putri keduanya dilahirkan di bidan desa, Minggu (16/7/2017), secara normal. Bahkan, ia sama sekali tidak mengetahui, bila buah hati memiliki kelainan. Bidan yang membantunya saat melakukan proses persalinan pun sama sekali tidak menginformasikan kondisi tersebut.

Setelah bayi lahir, Tami beserta sang suami langsung membawa putrinya pulang ke rumah. Setelah tiba di rumah, Tami bilang kondisi bayi mungilnya itu tidak menunjukan adanya suatu keanehan.

Bayi tersebut terlihat sangat sehat, layaknya bayi umumnya. Tami kaget, wanita yang kesehariannya bekerja sebagai buruh serabutan ini baru menyadari jika Putrinya terlahir tanpa memiliki lubang anus, setelah tiga hari berada di rumah.

Setelah tiga hari berada di rumah, dia baru sadar anak saya tidak punya lubang anus. Kecurigaan itu muncul karena perutnya mulai terlihat membesar. "Setelah saya cek baru kelihatan kalau anak saya tidak punya lubang anus," tutur Tami kepada wartawan, Jum'at (21/7/2017).

Bersama suaminya, bergegas melarikan sang anak ke RSUD Bueleng pada Rabu (19/7/2017) siang.

Sesampainya di RSUD Buleleng, bayi seberat 4kg itu dengan cepat diberikan penanganan oleh pihak medis malam itu juga, tim medis langsung mengambil tindakan operasi, untuk membuat lubang sementara di bagian perutnya bayi malang itu.

Kendati kondisinya dinyatakan telah membaik, namun Tami kembali dirundung dengan perasaan gelisah dan cemas lantaran tidak mampu membayar biaya perawatan yang totalnya mencapai puluhan juta rupiah.

Apalagi, selain dari keluarga tidak mampu sehingga tidak mampu membayar biaya perawatan, juga tidak memiliki identitas diri (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

"Saya dan istri tidak punya KTP dan KK. Sehingga kesulitan untuk mencari bantuan. Sudah ada niat sih, setelah dua punya anak baru mau bikin KTP," tutur Kirtayasa.

Wakil Bupati Buleleng. Nyoman Sutjidra yang menyempatkan diri menjenguk ke ruang RSUD Buleleng, meminta Tami bersabar dan tetap berdoa.

"Saya melihat memang orang tua bayi itu keadaanya tidak mampu, kemarin dari segi pengobatan saya sudah konfirmasi ke rumah sakit untuk segera melakukan penanganan medis dan orang tuanya untuk melengkapi surat-suratnya," jelas Wabup Sutjidra .

Pihaknya akan membantu melalui Dinas Sosial untuk bisa memdapat perawatan dan biaya, ini memang terbilang kasus kelahiran seperti ini sangat langka dan juga beresiko tinggi terhadap bayi. Mudah- mudahan setelah operasi kembali membaik

Direktur Utama RSUD Buleleng, dr. Gede Wiartana ketika mendampingi kedatangan Wakil Bupati memperkirakan bila bayi malang tersebut akan diperbolehkan pulang sekitar 10 hari hingga dua minggu.

Setelah usia telah memasuki enam bulan, maka pihaknya akan kembali melakukan tindakan operasi untuk membuat lubang anus di tempat yang semestinya.

Usai diperiksa tidak ada anusnya, pihaknya langsung mengambil tindakan segera. Asupan gisi sudah kita berikan, kondisi labolatoriumnya seperti itu tapi saya kira belum stabil. Juga ada Kebocoran (Pistel) pada perut itu sudah ditemukan dari awal.

Guna operasi kelanjutan, sekira enam bulan usianya baru boleh dioperasi lagi untuk membuatkan lubang di tempat yang seharusnya. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi