Pemerintah Diminta Buka Kembali Penerbangan Internasional di Indonesia Timur

Selasa, 25 Juli 2017 : 07.04
Bandar udara Sentani Jayapura/net
PAPUA BARAT - Pemerintah pusat dinilai tidak serius terhadap perkembangan transportasi di timur Indonesia dengan tidak mengoptimalkan fasilitas bandara yang ada untuk penerbangan ke Amerika Serikat sehingga harus transit beberapa kota di Asia lainnya.

Dalam masa Reses di Papua Barat, Anggota DPD RI Mervin IS Komber mengkritisi pemerintah pusat yang tidak serius terhadap perkembangan transportasi di timur Indonesia.

"Kenapa harus menunggu kesediaan Jepang, Sang hai atau Hongkong?," ungkap Mervin dengan nada tanya dihubungi, Selasa (25/7/2017)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penerbangan Sipil Indonesia (Inaca) Tengku Burhanudin menjelaskan, salah satu cara jika ingin terbang ke AS dengan transit di salah satu kota di luar negeri yang memiliki pasar penerbangan ke AS cukup potensial.

"Jadi sekarang kan Garuda Indonesia sedang kaji pasar, kemungkinan itu Indonesia-Narita (Jepang)-Los Angeles," kata Tengku kepada wartawan, Senin (24/7/2017).

Dalam pandangan Mervin, bukankah ada kota Biak dan Jayapura yang juga cukup strategis untuk tempat transit pesawat sebelum bertolak ke USA. Apalagi, jika menilik sejarahnya, bahkan dahulu ada rute penerbangan Jakarta - Biak - Honolulu AS.

"Kenapa tidak diaktifkan kembali saja? Kita punya fasilitas Bandara Frans Kasiepo di Biak yang panjang landasannya sudah sangat memadai," sambung Wakil Ketua Kelompok Fraksi DPD di MPR RI itu.

Belum lagi, fasilitas penunjang lainnya yang tersedia di sana termasuk potensi pariwisata yang akan menjadi daya tarik tersendiri.

Mervin yang dikenal dengan Julukan Senator Cenderawasih ini menambahkan, ketika Bandara Biak atau Jayapura dibuka lagi untuk penerbangan internasional, sudah barang tentu Indonesia akan memegang peranan strategis dalam penerbangan di kawasan pasific.

Untuk itu, alumni UNCEN ini berharap pemerintah membuka lagi jalur penerbangan Internasional di Papua dan tidak perlu menunggu kesediaan negara lainnya. "Saya yakin Biak dan atau Jayapura pasti siap untuk menjadi pintu gerbang di kawasan Pasific," demikian Mervin.

Diketahui, Sekretaris Jenderal Asosiasi Penerbangan Sipil Indonesia (Inaca) Tengku Burhanudin Narita International Airport saat ini menjadi salah satu bandara tersibuk ke dua di‎ Jepang setelah Bandara Haneda.

Bandara ini juga menjadi hub beberapa maskapai untuk terbang ke beberapa kota di penjuru dunia, seperti di AS.

Hanyas saja, untuk transit di Narita, Tengku mengungkapkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan harus mengajukan izin ke otoritas penerbangan Jepang, sebelum selanjutnya juga harus mengajukan perizinan ke AS.

"Jadi ini kan mau ambil market di Jepang, jadi Garuda harus ajukan ke Kementerian Perhubungan, nanti pemerintah yang akan bantu ajukan izin ke Jepang dan juga dari AS," tegasnya dilansir liputan6.com.

Selain Narita, Jepang, sebenarnya ada beberapa negara lain yang bisa menjadi transit Garuda Indonesia, seperti Hong Kong dan Amsterdam, Belanda. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi