Otak Penganiayaan Anggota Denma Kodam Udayana Seorang Residivis

Senin, 24 Juli 2017 : 20.57
BULELENG - Pria berinisial B alias Cesper yang diduga sebagai otak pengeroyokan dan penganiyaan terhadap Pratu Gede Yasa Mataram di sebuah warung di Ambengan Buleleng itu merupakan seorang residivis.

Belakangan diketahui, Cesper baru dua bulan lalu keluar dari LP Kelas II B Tabanan.

Kapolsek Sukasada, Kompol. Ketut Darmita mengatakan, Casper yang selama ini menjadi buronan kasus pengeroyokan dan penebasan terhadap korban, kini sudah diamankan Tim gabungan Kodam IX/Udayana.

"Ya, memang saya sudah dapat informasi, terduga pelaku utama sudah diamankan. Sekarang pelaku sedang dimintai keterangan di Makodim 1609/Buleleng, setelah itu langsung diserahkan ke polisi," ucap Darmita kepada wartawan, Senin (24/7/2017)

Darmita menjelaskan, saat ini barang bukti berupa sebilah pedang yang diduga digunakan pelaku menebas korban Pratu Yasa di Warung Tuak Bunga, masih terus dicari oleh anggota polisi.

"Kasus ini sudah sepenuhnya dilimpahkan ke Polres Buleleng, sudah saya tandatangani berkasnya," sambungnya.

Sedangkan, dua orang pelaku lainnya yang menyerahkan diri statusnya saksi dan keduanya minta pengamanan di Polres. "Kami baru antar keduanya ke Polres," imbuh Darmita.

Sebelumnya, anggota TNI yang bertugas sebagai Anggota Denma Kodam IX Udayana, Pratu Gede Arya Yasa Mataram (37), Senin 17 Juli 2017, sekitar pukul 22.30 wita malam di halaman warung tuak Bunga di Desa Ambengan, dianiaya seorang warga yang diketahui bernama Cesper bersama pelaku lainnya.

Akibat luka serius di kepala, Pratu Yasa sempat dilarikan ke RS TNI AD Singaraja untuk mendapatkan perawatam medis, korban pun selamat dalam inisiden ini. Kini, Kesper dan keempat pelaku sudah berhasil diamankan. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi