Inilah Alasan Kenapa Masyarakat Tergiur Investasi Bodong

Rabu, 19 Juli 2017 : 00.56
DENPASAR - Meski sosialisasi dan edukasi terus dilakukan agar masyarakat tidak tergiur investasi yang tidak jelas namun karena investasi bodong itu mampu memberikan kemudahan simple kapada mereka yang ingin mendapatkan keuntungan sehingga tetap saja banyak korban berjatuhan dari investasi ilegal itu.

Pelaku usaha sektor keuangan serta pasar modal disarankan mempermudah pengenalan produk hingga sistem penyampaian ke masyarakat untuk menandingi berkembangnya investasi bodong.

Selama ini, investasi bodong atau abal-abal mudah diterima masyarakat karena disampaikan sangat sederhana dan mudah dicerna. Menurut praktisi pasar modal Ryan Filbert, selama ini, investasi bodong mudah diterima masyarakat karena disampaikan sangat sederhana dan mudah dicerna.

"Coba cari semua iklan investasi bodong, pasti apakah Anda mau dapat untung sekian persen? Kalau pasar modal, beritanya perusahaan bagian deviden sekian persen, orang baca informasi seperti ini pingsan," tukansya dalam Media Ghatering di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (PJK) Regional 8 Bali Nusra, Selasa (18/7/2017).

Tidak adanya penyampaian secara sederhana dan mudah terkait investasi yang diakui regulator membuat masyarakat enggan sehingga akhirnya lebih memilih investasi bodong, yang begitu simple.

Untuk itu, dia mendorong media turut menyampaikan informasi secara jelas dan mudah bahkan bila perlu provokatif agar masyarakat tertarik pasar modal.

Selama ini, informasi pasar modal kalah terus dibandingkan investasi bodong. Kondisi seperti itu tidak bisa dilemparkan kepada regulator semata, tetapi harus ada keterlibatan semua pihak, mulai dari regulator, media hingga pelaku usaha.

Atas kondisi itu, dia membuat buku dan game dengan harapan orang mudah dan bisa mengenali kegiatan pasar modal atau berinvetasi yang benar. Masyarakat banyak yang tidak suka membaca buku sehingga menjadi peran semua pihak mengatasi masalah ini.

Dia menekankan, pentingnya sejak di bangku SD, siswa dikenalkan dengan istilah pasar modal atau bursa efek sehingga mereka mengenali kegiatan investasi sejak kecil.

Sementara itu, Direktur Pengawasan LJK OJK Regional 8 Bali Nusra Nasirwan mengungkapkan, kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) akan digelar di Bali 18-20 Juli yang diikuti ratusan peserta yang berasal dari kalangan pelajar,mahasiswa dan masyarakat lainnya.

Bekerja sama dengan BUrsa Efek Indonesia, Perusahaan Efek dan Asosisasi Pengelola Reksa Dana Indonesia digelar di 12 kota besar di Indonesia termasuk Bali.

"Tujuannya, meningkatkan pemahaman masyarakat, wartawan dan pelaku bisnis di daerah atas isu aktual di pasar modal, memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman," imbuhnya.

Kegiatan itu, juga bentuk persuasif kepada masyarakat untuk dpaat menjadi investor di pasar modal dan sebagai wujud konkrit dari recycle pungutan OJK. (rhm)

Berita Terbaru

Saat ini 0 komentar :

Rekomendasi